Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan nuansa merah, aroma hio yang khas, dan arsitektur klenteng yang menawan. Bagi banyak orang, mengunjungi klenteng saat Imlek menjadi pengalaman wisata religi yang menarik. Namun, perlu diingat bahwa klenteng adalah tempat suci bagi umat Konghucu, Buddha, dan Taoisme untuk beribadah.
Agar kunjungan Anda tetap nyaman bagi diri sendiri maupun mereka yang sedang bersembahyang, berikut adalah 5 etika penting yang harus diperhatikan:
1. Berpakaian Sopan dan Pantas
Meski tidak ada aturan seragam khusus, menjaga kesopanan adalah hal utama. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu terbuka atau terlalu santai seperti celana pendek yang sangat tinggi atau kaus tanpa lengan. Gunakan pakaian yang rapi sebagai bentuk penghormatan kepada tempat ibadah.
Tips: Menggunakan pakaian bernuansa merah bisa menjadi pilihan baik untuk menyesuaikan diri dengan suasana sukacita Imlek.
2. Perhatikan Alur Masuk dan Keluar
Banyak klenteng memiliki tiga pintu besar. Secara tradisional, pintu tengah biasanya diperuntukkan bagi “Dewa” atau tamu kehormatan. Bagi pengunjung, biasakan masuk melalui pintu sebelah kanan (pintu naga) dan keluar melalui pintu sebelah kiri (pintu macan). Aturan ini melambangkan alur energi yang baik dan membantu keteraturan arus manusia yang membeludak saat Imlek.
3. Jaga Ketenangan dan Hindari Menghalangi Orang yang Berdoa
Imlek adalah waktu tersibuk di klenteng. Banyak umat yang sedang khusyuk memanjatkan doa di depan altar. Hindari berbicara dengan suara keras, tertawa terbahak-bahak, atau berjalan tepat di depan orang yang sedang memegang hio atau bersujud. Berikan ruang yang luas bagi mereka yang sedang melaksanakan ritual ibadah.
4. Meminta Izin Sebelum Memotret
Arsitektur klenteng memang sangat Instagrammable, namun jangan sampai hobi memotret mengganggu kekhusyukan.
-
Hindari memotret tepat di depan wajah orang yang sedang berdoa.
-
Pastikan fitur flash (lampu kilat) dimatikan agar tidak mengejutkan atau menyilaukan mata umat.
-
Jika ingin memotret area dalam yang tampak sangat sakral, tidak ada salahnya bertanya kepada petugas klenteng (Bio Kong) apakah area tersebut diperbolehkan untuk didokumentasikan.
5. Jangan Sembarangan Menyentuh Alat Ibadah
Altar, patung dewa (Kimsin), dupa, hingga persembahan yang ada di meja adalah benda-benda yang dianggap suci. Hindari menyentuh, menggeser, atau apalagi mencoba makanan persembahan yang ada di altar. Jika Anda membawa anak kecil, pastikan untuk mengawasi mereka agar tidak berlarian atau menyentuh benda-benda sensitif di dalam klenteng.
