Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Australia bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya di sektor investasi dan perdagangan.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Sydney, Australia, mencakup berbagai pertemuan penting, di antaranya dengan Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Menurut Rosan Roeslani, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi kerja sama di bidang investasi, perdagangan, serta hubungan bilateral lainnya yang didasarkan pada perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah berlaku sejak tahun 2020.
Meskipun total perdagangan antara kedua negara telah mencapai sekitar 15 miliar dolar AS, Rosan mengakui Indonesia masih mengalami defisit perdagangan hampir 9 miliar dolar AS. Namun, defisit tersebut sebagian besar dapat teratasi melalui sektor jasa, terutama dari kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia yang cukup signifikan.
Caption | Admin: Farraa