Sejumlah pemerintahan Barat pada Rabu mengeluarkan peringatan darurat kepada warganya untuk segera meninggalkan Iran, seiring meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington yang kini berada di titik tertinggi. Situasi keamanan yang memburuk memicu penutupan sementara kedutaan, pengalihan rute penerbangan, hingga pembatasan wilayah udara.
Inggris menjadi salah satu negara yang mengambil langkah drastis dengan menutup sementara kedutaan besarnya di Teheran. Juru bicara pemerintah menyatakan bahwa seluruh staf Inggris telah ditarik sementara dari Iran, sementara operasional kedutaan tetap berjalan secara jarak jauh. Penarikan ini dilakukan tak lama setelah demonstran pro-pemerintah berkumpul di luar kompleks diplomatik Inggris, membakar bendera Israel dan Amerika Serikat.
Amerika Serikat, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Iran, kembali mengeluarkan peringatan keamanan—yang ketiga dalam lima hari terakhir—dengan instruksi tegas agar warganya “segera meninggalkan Iran.”
Pemerintah AS bahkan menyarankan jalur darat menuju Turki atau Armenia jika dinilai aman. Melalui Departemen Luar Negeri, AS menegaskan status peringatan Level 4 “Jangan Bepergian”, seraya mengingatkan risiko penahanan sewenang-wenang serta keterbatasan bantuan evakuasi pemerintah.
Eksodus Warga Eropa
Seruan evakuasi juga datang dari Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol. Otoritas Italia mencatat sekitar 600 warganya masih berada di Iran, mayoritas di Teheran. Polandia mendesak warganya untuk “segera meninggalkan negara tersebut,” sementara Jerman memperingatkan adanya risiko penangkapan sewenang-wenang bagi warga asing.
Prancis dan Kanada telah lebih dulu mengeluarkan imbauan serupa di awal pekan. Australia pun mengingatkan bahwa meski jalur komersial masih tersedia, opsi keberangkatan semakin terbatas dari hari ke hari.
Maskapai Alihkan Rute, Wilayah Udara Diperketat
Dampak eskalasi juga terasa di sektor transportasi. Lufthansa mengumumkan akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut, serta membatasi penerbangan ke Israel dan Yordania hanya pada jam siang hari.
Sejumlah maskapai besar lainnya—termasuk Emirates, Qatar Airways, dan Turkish Airlines—dilaporkan membatalkan puluhan penerbangan ke berbagai kota di Iran dalam sepekan terakhir.
Pada Rabu malam, Iran bahkan menutup sementara wilayah udaranya bagi hampir seluruh penerbangan, hanya mengizinkan kedatangan dan keberangkatan internasional tertentu dengan izin khusus selama beberapa jam. Kebijakan ini menyebabkan gangguan layanan global, termasuk peringatan gangguan rute oleh IndiGo serta pembatalan penerbangan Aeroflot yang terpaksa kembali ke Moskow sebelum mencapai Teheran.
