JAKARTA – Iran mengumumkan akan mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat mengenai isu nuklir pada Selasa (17/2/2026) di Jenawa. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pertemuan tersebut akan berlangsung dengan mediasi Oman.
“Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS mengenai isu nuklir akan diadakan di bawah mediasi Oman pada hari Selasa,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui Telegram, dikutip dair Sputnik, Senin (16/2/2026).
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Januari menegaskan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran. Ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang mencakup penghentian total senjata nuklir. Trump memperingatkan, jika kesepakatan tidak tercapai, serangan AS pada masa depan terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” daripada sebelumnya.
Iran dan AS telah menggelar lima putaran pembicaraan tidak langsung dengan mediasi Oman. Putaran keenam yang dijadwalkan pada 15 Juni batal digelar setelah pecahnya “perang 12 hari” antara Iran dan Israel. Ketegangan meningkat ketika AS ikut terlibat, menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.