JAKARTA – Ketegangan di Gaza dan Tepi Barat kembali meningkat meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025. Sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan, dilaporkan terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza bagian selatan.
Dilansir dari Anadolu, Jumat (13/2/2026), kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif ke arah tenda-tenda pengungsi Palestina di wilayah El-Meslah, selatan Gaza. Tiga korban luka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis untuk mendapat perawatan.
Militer Israel juga melancarkan serangan udara di wilayah timur Khan Younis, sementara kawasan barat Rafah menjadi sasaran tembakan artileri berat. Artileri Israel turut membombardir wilayah timur Kamp Jabalia di Gaza utara. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Penangkapan di Tepi Barat
Di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel dilaporkan menangkap 27 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah kota, termasuk Nablus, Tubas, Tulkarem, dan Jericho, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Di Nablus, 17 orang ditangkap, termasuk Wakil Wali Kota Asira al-Shamaliya, Bera Ceraria. Operasi juga dilakukan di Kamp Pengungsi al-Faria di Tubas, serta di Tulkarem dan Jericho. Sumber lokal melaporkan penahanan seorang mahasiswi dan seorang pemuda dalam operasi militer di Kamp Pengungsi al-Fawwar, selatan Hebron.
Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023, intensitas penggerebekan, penahanan, dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur terus meningkat.
