TEL AVIV, ISRAEL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan akan menolak usulan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza. Keputusan ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, seiring upaya internasional mencari solusi damai pasca-konflik berkepanjangan.
Menurut laporan media Israel, The Jerusalem Post, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menerima kehadiran pasukan dari negara yang dianggap tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
“Kami tidak akan menerima pasukan dari negara yang tidak mengakui kedaulatan Israel,” ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Usulan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza muncul sebagai bagian dari inisiatif diplomasi global yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia, yang dikenal sebagai pendukung kuat isu Palestina, menyatakan kesiapannya berkontribusi dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut. Namun, sikap Israel yang menolak kehadiran pasukan Indonesia dinilai dapat mempersulit upaya mediasi internasional.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Hebrew, Eli Cohen menilai langkah Netanyahu sebagai strategi politik untuk menegaskan posisi Israel di panggung global.
“Ini bukan hanya soal Indonesia, tetapi juga pesan kepada dunia bahwa Israel ingin mengontrol narasi keamanan di Gaza,” ungkap Cohen.
Penolakan Israel terhadap pasukan Indonesia ini juga memicu reaksi beragam di kalangan diplomat. Sejumlah pihak mendesak agar dialog tetap terbuka untuk mencari titik temu, mengingat kompleksitas situasi di Gaza yang membutuhkan kerja sama lintas negara.
