JAKARTA – Banjir menerjang Jalur Pantura, tepatnya wilayah Demak, Jawa Tengah, di tengah-tengah puncak arus mudik 2025.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 45 sentimeter itu pun membuat kendaraan sulit melintas. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga sepanjang lima kilometer dari arah barat menuju timur.
“Dikarenakan adanya luapan air ke Jalan Raya dengan ketinggian mungkin kurang lebih 30 sampai 45 cm,” jelas anggota Satlantas Polres Demak, Brigadir Pol Tyas Pritogo.
Banjir terjadi usai air laut pasang pada Jumat (28/3) sore, yang menyebabkan permukaan air naik dan meluber ke badan jalan. Hingga Sabtu dini hari, air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Kondisi tersebut memaksa para pemudik melintasi genangan dengan kecepatan rendah. Sejumlah kendaraan terpantau melaju merayap, berupaya menjaga mesin tetap aman dari air yang cukup tinggi.
“Untuk kemacetan dari titik awal bukaan di depan PT Polytron itu sekitar kurang lebih ada 5 km ke arah barat,” lanjutnya.
Situasi ini berdampak pada kelancaran arus mudik di jalur utama Semarang–Demak. Polisi lalu lintas dari Polres Demak pun diterjunkan untuk mengatur pergerakan kendaraan guna mencegah kemacetan yang lebih parah, khususnya di titik-titik genangan air.
Petugas juga terus memantau kondisi banjir dan arus kendaraan guna memastikan pemudik tetap bisa melanjutkan perjalanan mereka dengan aman meski dalam kondisi terbatas.
