JAKARTA – Masjid Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga cerminan perpaduan budaya yang kaya dan unik. Berdiri megah di tepi pesisir, masjid ini menyimpan kisah sejarah yang memadukan unsur Betawi, Jawa, Tionghoa, dan Eropa, menjadikannya salah satu situs warisan budaya yang patut dikunjungi.
Asal-Usul Masjid Si Pitung
Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Alam ini dibangun pada abad ke-18, tepatnya sekitar tahun 1739, oleh seorang tokoh legendaris Betawi, Si Pitung. Menurut sejarah, masjid ini awalnya merupakan langgar sederhana yang didirikan untuk kebutuhan ibadah warga setempat. “Langgar ini awalnya dibangun oleh Si Pitung sebagai tempat salat bagi komunitasnya,” ungkap Haji Mustofa, keturunan keenam Si Pitung
Seiring waktu, masjid ini berkembang menjadi bangunan permanen yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat sekitar. Lokasinya yang strategis di kawasan pelabuhan Marunda menjadikan masjid ini pusat kegiatan keagamaan sekaligus perdagangan pada masa itu.
Perpaduan Arsitektur yang Memukau
Keunikan Masjid Si Pitung terletak pada arsitekturnya yang memadukan elemen budaya Betawi, Jawa, Tionghoa, dan Eropa. Atap masjid berbentuk limasan khas Jawa, sementara ornamen mihrabnya menampilkan sentuhan Tionghoa dengan motif flora dan fauna yang khas. Pilar-pilar masjid yang kokoh mengadopsi gaya Eropa, memberikan kesan megah namun tetap harmonis dengan nuansa lokal.
“Perpaduan budaya ini terlihat jelas pada ukiran dan ornamen yang menghiasi masjid. Ini mencerminkan betapa terbukanya masyarakat Marunda terhadap budaya luar pada masa itu,” kata Haji Mustofa. Elemen-elemen ini menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol toleransi dan keberagaman.
Warisan Si Pitung yang Abadi
Si Pitung, yang dikenal sebagai pahlawan rakyat Betawi, meninggalkan jejak yang kuat melalui masjid ini. Kisah kepahlawanannya melawan ketidakadilan pada era kolonial Belanda masih dikenang oleh warga Marunda. Masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan Si Pitung dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil.
Hingga kini, Masjid Si Pitung tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya. Setiap tahun, masjid ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menyelami sejarah dan keunikan arsitekturnya. “Kami berupaya menjaga masjid ini sebagai warisan budaya agar generasi muda tetap mengenal sejarah Si Pitung,” tambah Haji Mustofa.
Destinasi Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi
Bagi Anda yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Jakarta, Masjid Si Pitung di Marunda adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Selain menawarkan keindahan arsitektur, masjid ini juga menyimpan cerita sejarah yang menginspirasi. Lokasinya yang mudah dijangkau dari pusat kota Jakarta menjadikannya pilihan ideal untuk wisata sejarah dan religi.
Dengan keunikan budaya dan nilai sejarahnya, Masjid Si Pitung terus memikat hati pengunjung. Bangunan ini bukan hanya monumen sejarah, tetapi juga simbol harmoni budaya yang relevan hingga saat ini.