JAKARTA- Pemerintah resmi menyiapkan rangkaian program potongan harga untuk berbagai moda transportasi demi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kebijakan diskon Nataru ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 27 November 2025.
Airlangga menegaskan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang mendapat insentif paling besar dengan skema potongan tarif 30 persen.
Penyaluran diskon kereta api tersebut ditujukan kepada lebih dari 1,5 juta penumpang sebagai upaya menjaga aksesibilitas perjalanan masyarakat selama puncak arus liburan.
“Diskon kereta api yang besarnya 30 persen. Periodenya 22 Desember sampai 10 Januari, target 1.509.000 orang,” kata Airlangga saat konferensi pers di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Selain kereta api, pemerintah juga menurunkan tarif perjalanan laut dengan diskon 20 persen yang diberlakukan sepanjang masa libur akhir tahun.
Airlangga menjelaskan bahwa fasilitas tambahan juga diberikan kepada sektor pelabuhan berupa potongan tarif hingga 100 persen sebagai dukungan operasional selama masa angkutan Nataru.
“Periodenya (angkutan laut) 17 Desember sampai 10 Januari, targetnya 405.881 penumpang. Diskon 100 persen untuk pelabuhan ataupun 19 persen dari tarif terpadu, itu periodenya 22 Desember sampai 10 Januari, targetnya 227.560 penumpang dan 491 dan 2.026 kendaraan,” ujarnya.
Pemerintah turut mengalokasikan diskon khusus untuk sektor transportasi udara guna mendorong pemerataan perjalanan selama masa libur panjang.
Airlangga menyebut bahwa potongan harga tiket pesawat berkisar 13–14 persen dengan sasaran hingga 3,5 juta penumpang.
“Tiket pesawat besarnya (diskon) 13 -14 persen, periodenya 22 Desember sampai 10 Januari, targetnya 3,5 juta penumpang. Kemudian diskon tarif tol yang besarnya 10 sampai 20 persen,” imbuhnya.***