JATENG – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini berbagi cerita menarik tentang nama masa kecilnya, Mulyono. Dalam sebuah wawancara di kediamannya di Kelurahan Sumber, Jokowi mengungkapkan bahwa nama Mulyono pernah melekat padanya saat kecil, sebelum akhirnya diganti karena alasan kesehatan.
Kisah ini pun mencuri perhatian publik dan memicu rasa penasaran tentang asal-usul nama tersebut.
Asal-Usul Nama Mulyono dan Alasan Pergantian
Jokowi menjelaskan bahwa saat lahir pada 21 Juni 1961 di Solo, orang tuanya, Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi, memberinya nama Mulyono, yang dalam bahasa Jawa berarti “mulia.” Namun, bayi Mulyono kecil kerap kali sakit-sakitan.
Menurut kepercayaan Jawa, nama yang “berat” bisa memengaruhi kesehatan anak, sehingga orang tua Jokowi memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Joko Widodo, yang bermakna “pemuda yang sejahtera.”
“Ya, dulu memang saya sempat diberi nama Mulyono. Tapi karena waktu itu saya sering sakit-sakitan, diganti,” ujar Jokowi kepada awak media.
Ia juga menambahkan, “Saya kan waktu kecil nggak ngerti nama saya siapa. Yang jelas seingat saya nama kecil Mulyono.”
Meski begitu, Jokowi mengaku tidak ingat kapan tepatnya nama tersebut diganti. Ia hanya menyebut bahwa pergantian nama merupakan hal lumrah di kalangan masyarakat Jawa saat anak sering sakit.
“Biasanya kalau di Jawa begitu, oh ini mungkin keberatan nama,” katanya sambil tertawa kecil, mengenang masa kecilnya yang penuh tantangan.
Mulyono Viral di Media Sosial
Nama Mulyono bukanlah hal baru di kalangan warganet. Pada Agustus 2024, nama ini sempat menjadi trending topic di platform X, mencapai lebih dari 200.000 cuitan. Banyak warganet mengaitkan nama Mulyono dengan Jokowi, terutama saat gelombang protes terhadap RUU Pilkada mencuat.
Beberapa bahkan menggunakan nama ini sebagai bentuk satire atau sindiran halus, merujuk pada masa kecil Jokowi yang penuh perjuangan.
Namun, Jokowi menanggapi hal ini dengan santai. Ia menegaskan bahwa nama Mulyono memang bagian dari sejarah hidupnya, tetapi ia tidak tahu-menahu tentang nama lain seperti Purwoko yang juga sempat dikaitkan dengannya.
“Sementara soal Purwoko, saya tak tahu, malah heran,” tegasnya.
Kehidupan Sederhana di Balik Nama Mulyono
Lahir dari keluarga sederhana di tepi Kali Anyar, Solo, Jokowi kecil tumbuh dalam keterbatasan. Ayahnya, Widjiatno, berjualan kayu dan bambu untuk menghidupi keluarga, sementara mereka sering berpindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lainnya. Kondisi ini turut membentuk karakter Jokowi, yang kini dikenal sebagai sosok merakyat.
Meski sering sakit, Jokowi kecil tetap membantu keluarga dengan bekerja serabutan, seperti berdagang, menjadi ojek payung, hingga menjadi kuli panggul. “Keluarga kita serba kekurangan, ya, biasa kalau sakit-sakitan,” ungkap Jokowi, mengenang masa kecilnya.
Selain menjadi bahan perbincangan di media sosial, nama Mulyono juga sempat dikaitkan dengan isu keaslian ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, UGM telah memastikan bahwa ijazah Jokowi sah, didukung oleh verifikasi resmi.
Andi Pramaria, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, juga membenarkan bahwa Jokowi adalah bagian dari angkatan mereka, meski kini sudah tidak aktif di grup WhatsApp alumni karena kesibukannya.
Menariknya, nama Mulyono juga dikaitkan dengan Hari Mulyono, sepupu Jokowi yang merupakan suami pertama adiknya, Idayati, sebelum meninggal pada 2018. Andi Pramaria menjelaskan bahwa Hari Mulyono memiliki postur tubuh berbeda dengan Jokowi, sehingga sering terjadi kebingungan di kalangan teman seangkatan.
Makna di Balik Nama Joko Widodo
Pergantian nama dari Mulyono ke Joko Widodo ternyata membawa harapan besar dari orang tua Jokowi. Nama Joko Widodo, yang berarti “pemuda yang sejahtera,” seolah menjadi doa agar anak mereka tumbuh sehat dan sukses. Kini, setelah menjabat sebagai presiden selama dua periode, Jokowi membuktikan bahwa nama tersebut memang membawa keberuntungan.