BOGOR – Penyanyi Judika Sihotang dan aktor Rionaldo Stockhorst mengalami momen menegangkan saat terjebak banjir bandang di kawasan Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu sore (11/2/2026). Keduanya tak dapat melanjutkan perjalanan setelah jalur yang dilintasi tiba-tiba diterjang arus deras akibat hujan berintensitas tinggi.
Peristiwa itu terjadi ketika Judika dan Rionaldo bersama rombongan komunitas motor trail tengah menjelajahi rute offroad. Cuaca yang semula mendukung berubah drastis. Trek tanah yang biasa dilalui mendadak menjadi licin, sementara aliran air di jalur penyeberangan meningkat cepat.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Rionaldo Stockhorst merekam situasi saat rombongan menyadari kondisi tak lagi aman untuk dilalui.
“Terjebak kita enggak bisa pulang,” ujar suara dalam video tersebut.
Unggahan akun Instagram @indie.driver juga menggambarkan detik-detik rombongan menghadapi banjir bandang. Kondisi medan yang rusak dan arus air yang membesar membuat perjalanan terhenti.
“Penyanyi Judika Nalom Abadi Sihotang terjebak banjir bandang Sentul pada Rabu, 11-2-2026 sore. Saat itu Judika dan teman-temannya sedang main trail di Hambalang,” tulis akun tersebut.
Demi keselamatan, Judika dan Rionaldo bersama anggota rombongan memutuskan menghentikan perjalanan dan meninggalkan motor trail di lokasi. Mereka kemudian berjalan kaki menembus genangan hingga mencapai titik yang lebih aman.
Meski sempat berada dalam situasi berisiko, seluruh anggota rombongan dilaporkan selamat tanpa cedera. Kendaraan yang ditinggalkan juga disebut berhasil dievakuasi setelah kondisi memungkinkan.
Banjir bandang di wilayah Sentul dan Babakan Madang dipicu hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore. Arus deras dilaporkan merendam permukiman warga dan sempat menyeret sebuah kendaraan, peristiwa yang kemudian ramai di media sosial. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur dan rumah warga tercatat cukup signifikan.
Insiden yang dialami Judika dan Rionaldo Stockhorst ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem, terutama di kawasan perbukitan dan jalur sungai yang rawan banjir bandang.
