JAKARTA – Insiden kecelakaan menimpa jurnalis Kompas TV, Rahmat Prasetyo, yang akrab disapa Pras, saat melintas di Jalan Pos, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/5/2025) sore.
Kecelakaan terjadi ketika Pras, yang sedang menuju lokasi liputan di Jalan Gunung Sahari, ditabrak truk bermuatan tanah dari belakang.
“Situasi jalan saat itu ramai lancar. Motor saya tiba-tiba ditabrak truk muatan tanah dari belakang hingga sepeda motor saya terseret beberapa meter dari lokasi awal kecelakaan,” kata Pras.
Dalam situasi kritis, Pras dengan sigap melompat dari motor Yamaha Nmax bernopol B 4061 SNX untuk menghindari bahaya lebih besar.
“Menghindari terlindas roda truk, saya spontan melompat. Laju kendaraan truk baru berhenti setelah sepeda motor masuk ke kolong truk,” kesalnya.
Kecelakaan ini disebabkan oleh truk yang mengalami rem blong, ditambah muatan tanah yang melebihi kapasitas.
“Menurut supir, kondisi rem blong sehingga tidak dapat menghentikan laju kendaraan,” ujar Pras, mengutip penjelasan pengemudi truk berinisial IF.
Namun, pasca-insiden, pengemudi truk menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab, menolak mengakui kesalahannya.
Pras pun mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Unit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat.
Kasus ini kini dalam penyelidikan untuk menentukan sanksi bagi pengemudi truk dan memastikan keadilan bagi korban.
Insiden ini kembali menyoroti bahaya kendaraan bermuatan berlebih dan buruknya perawatan teknis di jalanan ibu kota, yang kerap membahayakan pengguna jalan.
Polres Metro Jakarta Pusat tengah mendalami kasus ini, termasuk memeriksa kondisi teknis truk dan kelayakan muatannya.
Pras, meski selamat, mengalami trauma dan kerugian material akibat kerusakan motornya.
Masyarakat kini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap angkutan berat di Jakarta, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran seperti rem blong.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi jurnalis yang kerap bekerja di lapangan untuk tetap waspada di tengah risiko tak terduga.***
