JAKARTA – Juventus disebut tidak akan melepas Kenan Yildiz pada bursa transfer Januari meski Arsenal terus memantau perkembangan bintang asal Turki tersebut.
Laporan terbaru menyebut Arsenal, Real Madrid, dan Bayern Munich sama-sama menaruh perhatian serius terhadap pemain berusia 21 tahun itu.
Arsenal bahkan sudah menunjukkan ketertarikan sejak musim panas 2026 dan sempat membuka kemungkinan pertukaran pemain dengan Gabriel Martinelli.
Rencana tersebut tidak terwujud karena Martinelli akhirnya meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Al Hilal pada bursa transfer sebelumnya.
Minat Arsenal terhadap Yildiz ternyata belum menghilang dan Mikel Arteta disebut memasukkan sang pemain dalam rencana jangka panjangnya.
Mengutip TEAMTalk, Minggu, Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, juga dikabarkan melihat Yildiz sebagai sosok yang dapat memperkuat lini serang The Gunners dalam beberapa musim mendatang.
Media Italia TuttoJuve melaporkan Arsenal masih memantau situasi Yildiz secara dekat dan bersiap kembali mengajukan pendekatan.
Namun, Juventus memiliki alasan kuat untuk mempertahankan pemain bernomor punggung 10 tersebut di Turin.
Juventus justru ingin menjadikan Yildiz sebagai salah satu fondasi utama proyek baru klub dalam beberapa tahun ke depan.
TuttoJuve menulis, “Juventus tidak berencana menjual Yildiz, tetapi justru ingin membangun bagian penting dari siklus baru mereka di sekitar pemain nomor 10 tersebut.”
Klub asal Turin itu juga baru mendapatkan tambahan kekuatan finansial melalui peningkatan modal hingga €250 juta atau sekitar Rp5,04 triliun.
Tambahan modal tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan Juventus untuk menjual pemain terbaiknya demi menjaga kondisi keuangan klub.
Namun, situasinya bisa berubah apabila Juventus kembali gagal mendapatkan tiket Liga Champions untuk musim berikutnya.
Kegagalan tersebut akan membuat Juventus kehilangan pemasukan penting yang dibutuhkan untuk membiayai investasi pemain serta struktur gaji klub.
TuttoJuve menyebut, “Kegagalan lolos Liga Champions tidak otomatis berarti Yildiz masuk daftar jual, tetapi tawaran di atas €100 juta akan mengubah perhitungan finansial.”
Nilai €100 juta tersebut setara sekitar Rp2,02 triliun berdasarkan kurs euro terbaru yang tersedia.
Artinya, Juventus berpotensi menghadapi dilema besar apabila klub-klub elite Eropa datang dengan tawaran yang mencapai atau melewati angka tersebut.
TuttoJuve menilai, “Musim panas berikutnya bisa menjadi titik balik, terutama jika Yildiz pulih dari cedera dan kembali membuktikan kualitasnya secara meyakinkan.”
Jika Juventus berhasil mengamankan Liga Champions, klub diyakini memiliki alasan lebih kuat untuk mempertahankan Yildiz.
TuttoJuve menambahkan, “Dengan Liga Champions, Juventus memiliki semua alat untuk terus menganggapnya tidak tersentuh.”
Sebaliknya, absennya Juventus dari kompetisi elite Eropa dapat membuat tawaran besar dari Arsenal, Real Madrid, atau Bayern Munich semakin sulit ditolak.
TuttoJuve menyebut, “Tanpa Liga Champions dan dengan tawaran €100 juta atau lebih, ketertarikan dari klub-klub besar bisa berubah menjadi perang perebutan.”
Yildiz masih terikat kontrak dengan Juventus hingga 2030 sehingga klub memiliki posisi tawar yang sangat kuat dalam negosiasi.
Sejak bergabung dengan Juventus pada 2023, Yildiz telah mencatat 27 gol dan 21 assist dalam 132 pertandingan di semua kompetisi.
Namun, kondisi fisiknya saat ini menjadi perhatian karena pemain tersebut masih menjalani pemulihan setelah mengalami patah tulang kaki.
Juventus mengonfirmasi Yildiz menjalani operasi pada 31 Agustus untuk menangani patah tulang pangkal metatarsal kelima kaki kirinya.
Yildiz kemudian kembali ke Turin untuk melanjutkan tahap rehabilitasi setelah menjalani fase awal pemulihan di Jerman.
Perkiraan awal menyebut Yildiz bisa kembali sekitar November, tetapi perkembangan pemulihannya tetap harus dipantau secara bertahap.
Laporan terbaru bahkan menyebut Juventus tidak ingin terburu-buru memainkan Yildiz dan kemungkinan menargetkan comeback yang lebih aman pada Desember.
Dengan kondisi tersebut, masa depan Yildiz kini bukan sekadar persoalan transfer karena performanya setelah pulih juga akan menentukan nilai tawarnya.
Arsenal harus bersabar karena Juventus tampaknya hanya akan mempertimbangkan penjualan jika situasi olahraga dan finansial klub mengalami perubahan signifikan.***