JAKARTA – Juventus membawa pulang kemenangan dramatis 2-1 dari markas Celta Vigo pada lanjutan Liga Europa, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB, berkat sundulan Randal Kolo Muani pada masa tambahan waktu.
Hasil di Stadion Balaídos tersebut mempertegas posisi Juventus sebagai salah satu tim yang mengawali kompetisi dengan baik, setelah Nick Woltemade dan Kolo Muani memastikan kebangkitan klub asal Italia itu.
Celta Vigo Unggul Lebih Dulu
Celta Vigo membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui Hugo Alvarez yang berhasil menaklukkan penjaga gawang Juventus, Guglielmo Vicario.
Gol tersebut membuat tuan rumah berada di atas angin, sementara Juventus harus meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.
Juventus berusaha menyamakan kedudukan melalui sejumlah peluang, termasuk sundulan Teun Koopmeiners yang masih dapat diamankan kiper Celta, Ionut Radu.
Woltemade Bawa Juventus Bangkit
Juventus baru menemukan gol penyeimbang pada babak kedua setelah memanfaatkan kesalahan Marcos Alonso dalam mengantisipasi serangan lawan.
Nick Woltemade membaca situasi dengan baik dan menghukum kesalahan pemain Celta tersebut untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol itu menghidupkan kembali peluang Juventus untuk mencuri kemenangan di kandang lawan, meski pertandingan berlangsung ketat hingga penghujung laga.
Sundulan Kolo Muani Jadi Pembeda
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Randal Kolo Muani muncul sebagai penentu kemenangan Juventus pada masa injury time.
Penyerang tersebut menyambut umpan silang dengan sundulan tajam yang menembus gawang Celta Vigo dan mengubah skor menjadi 2-1.
Gol pada menit-menit terakhir itu memastikan Juventus pulang dengan tiga poin setelah sempat tertinggal pada babak pertama.
Juventus Puncaki Klasemen
Kemenangan tersebut membawa Juventus mengoleksi enam poin dan menempati posisi teratas klasemen sementara Liga Europa berdasarkan data dalam laporan pertandingan.
Sebaliknya, Celta Vigo masih belum memperoleh poin dan berada di peringkat ke-29, sehingga perlu segera memperbaiki hasil pada pertandingan berikutnya.
Kedua tim menjalani pertandingan ini dengan sejumlah pemain absen akibat cedera, yang turut menjadi tantangan dalam menyusun komposisi terbaik.
Pertemuan tersebut juga menghidupkan kembali rivalitas kedua klub setelah terakhir kali berhadapan pada babak 16 besar UEFA Cup pada Maret 2000.***