JAKARTA – Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menghangat dengan munculnya daftar prediksi pergantian posisi sejumlah pejabat strategis di lingkaran pemerintahan yang dinilai akan membawa arah baru dalam konfigurasi kekuasaan.
Perubahan ini disebut-sebut tidak hanya menyasar posisi kementerian, tetapi juga lembaga penting seperti Kantor Staf Presiden hingga badan-badan teknis yang berperan dalam kebijakan nasional.
Sejumlah nama yang beredar dalam daftar prediksi ini menunjukkan adanya rotasi jabatan yang cukup signifikan, sekaligus menandakan upaya penyegaran kinerja pemerintahan di berbagai sektor strategis.
Dalam daftar tersebut, posisi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) diperkirakan akan mengalami pergantian dari Muhammad Qodari kepada Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang disebut-sebut akan mengisi jabatan tersebut.
Dudung saat ini masih menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Sementara itu, Muhammad Qodari dikabarkan akan bergeser ke posisi lain sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Angga Raka dalam struktur yang sama.
Nama Hasan Nasbi juga muncul dalam prediksi ini dengan posisi baru sebagai Utusan Khusus Bidang Komunikasi yang dinilai strategis dalam membangun narasi pemerintah.
Di sektor lain, Abdul Kadir Karding diperkirakan akan mengemban tugas sebagai Kepala Badan Karantina, posisi penting dalam menjaga stabilitas sektor pangan dan kesehatan.
Perubahan juga menyentuh kementerian dengan masuknya Jumhur Hidayat yang disebut akan menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol.
Sementara itu, Hanif Faisol tidak sepenuhnya keluar dari struktur pemerintahan karena diprediksi akan menempati posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Prediksi reshuffle ini hingga kini masih bersifat spekulatif, namun dinamika yang berkembang menunjukkan adanya kemungkinan besar perombakan kabinet dalam waktu dekat sebagai respons terhadap kebutuhan penyesuaian kinerja pemerintahan.
Langkah perombakan tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menjawab tantangan nasional yang semakin kompleks di berbagai bidang.***