Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meluruskan kabar pembatalan sepihak akomodasi yang menimpa jurnalis senior MotoGP, Simon Patterson. Berdasarkan hasil penelusuran Pemprov NTB, pembatalan pemesanan kamar di kawasan Kuta Mandalika tersebut bukan dilakukan oleh pihak hotel, melainkan oleh platform penyedia jasa (marketplace).
Sebelumnya, Patterson meluapkan kekecewaannya di media sosial setelah reservasi akomodasinya dibatalkan secara mendadak hanya 48 jam sebelum kedatangannya di Lombok untuk meliput Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
“Sesudah kami cek, persoalannya bukan di pihak hotel, melainkan marketplace-nya. Kalau hotel itu masuk jangkauan wewenang kami untuk ditindak, tetapi marketplace ini di luar kewenangan pemerintah daerah,” tegas Iqbal saat memberikan keterangan, Selasa (6/10/2026).
Bukan Kasus Pertama, Layanan Platform Digital Jadi Sorotan
Iqbal mengungkapkan bahwa praktik pembatalan sepihak oleh platform digital seperti ini bukan kali pertama terjadi di kawasan Mandalika. Dalam beberapa penelusuran sebelumnya, pola yang ditemukan serupa: pembatalan dilakukan oleh sistem atau pihak marketplace, sementara pihak penginapan lokal justru tidak tahu-menahu.
Kondisi tersebut makin sulit ditindak secara lokal karena keberadaan kantor pusat platform pemesanan online tersebut yang umumnya berada di luar daerah hingga luar negeri.
Gubernur NTB Koordinasi dengan Menpar: Desak Regulasi Nasional
Buntut dari insiden yang mencoreng citra pariwisata ini, Iqbal mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pariwisata RI. Ia mendesak adanya regulasi tingkat nasional yang lebih tegas untuk mengawasi dan mengatur tata kelola marketplace perjalanan.
“Saya sampaikan ke Pak Menteri, ini ada sesuatu yang harus kita atur dalam lingkup nasional yang lebih besar. Harus ada aturan jelas bagaimana kita memperlakukan dan mengawasi marketplace ini agar tidak merugikan wisatawan maupun citra daerah,” tambah Iqbal.
Meski sempat diwarnai isu akomodasi, persiapan gelaran balap kelas dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika pada 9–11 Oktober 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Sejumlah logistik, kru, dan pebalap papan atas dunia dilaporkan telah tiba di Lombok untuk menyongsong akhir pekan balapan.