JAKARTA – Di tengah berbagai kegagalan dan krisis yang silih berganti, ada satu kalimat yang terus mendorong langkah Choi Seo-hyun (20) untuk maju. Kini, setelah kembali dengan kematangan baru, setter muda itu tengah bersiap menumbuhkan kariernya pada klub barunya, Red Sparks.
Bergabung pada Juli lalu saat cuaca mulai memanas, Choi Seo-hyun secara perlahan namun pasti menjelma menjadi setter utama tim. Dari 10 pertandingan musim ini, ia sudah melakukan lebih dari 1.000 percobaan umpan—sebuah pencapaian yang dua tahun lalu sulit terbayangkan.
Choi Seo-hyun: Langkah Sulit pada Awal Karier Profesional
Seo-hyun memulai debut pada V-League ketika ia dipilih Hyundai E&C pada putaran pertama urutan keenam dalam Draft 2023–2024. Start yang tampak menjanjikan bagi pemain muda mana pun. Namun, realitas jauh dari mulus.
Musim debutnya ia tak diberi kesempatan bermain satu kali pun. Musim berikutnya hanya tampil dalam tiga laga (empat set).
“Melihat teman-teman seangkatan menjalani debut, rasanya hanya iri. Saya makin gelisah dan rasa percaya diri menurun,” kenangnya, seperti dilansir dari laman KOVO, Jumat (28/11/2025).
Akhirnya, tanpa performa mencolok untuk dipertahankan, ia harus meninggalkan tim. “Saya sudah merasa akan dilepas. Kalau tidak ada tim yang mau, saya bahkan siap turun ke liga perusahaan.”
Berpegang pada satu tekad—tetap bermain pada level profesional—Seo-hyun menerima tawaran Red Sparks dengan total kontrak termasuk opsi sebesar 50 juta won. Tanpa disangka, langkah itu menjadi titik balik hidupnya.
Kesempatan Emas dari Situasi Darurat
Cederanya dua setter senior Red Sparks—Yeom Hye-sun dan Kim Chae-na—membuka peluang yang selama ini hanya bisa dibayangkan. Seo-hyun pun dipercaya memimpin skema serangan tim dan menjelma menjadi “pemadam kebakaran” yang tampil pada saat genting.
Pada laga melawan Pepper Savings Bank, 9 November, ia terpilih sebagai MVP dan menjalani wawancara TV pertamanya.
“Semua masa-masa sulit dua tahun terakhir melintas di kepala. Hampir menangis. Dulu waktu SMA saya sering latihan role-play wawancara dengan teman-teman. Siapa sangka itu jadi kenyataan?”
Kini namanya bahkan masuk dalam bursa kandidat Rookie Award (Young Player Award). “Saya bahkan tidak tahu ini tahun terakhir kelayakan saya, sampai diberi tahu oleh Se-bin,” ujarnya sambil tertawa—Se-bin adalah rekan seangkatannya dari Hanbom High School.
Pelatih Ko Hee-jin menegaskan peran pentingnya: “Kami adalah tim yang menargetkan perkembangan lewat menit bermain. Dan pusat perkembangan itu ada pada Choi Seo-hyun.”
Kunci Kebangkitan: Komunikasi dan Dukungan Ibu
Seo-hyun menyebut kecepatan dan kemampuan mendistribusikan bola secara merata sebagai keunggulannya. Rahasia performanya sederhana—komunikasi.
“Setiap spiker punya bola favorit dan postur berbeda, jadi chemistry itu penting. Karena itu saya banyak bicara, baik saat latihan maupun pertandingan.”
Di balik perjalanan kariernya, ada sosok ibunya, Kim Nam-yi, anggota komite video review KOVO.
“Ibu sering kasih masukan. Lebih banyak kritik daripada pujian,” ujarnya sambil tertawa.
Seo-hyun pertama kali mengenal voli saat kelas 3 SD, karena diajak sang ibu. Namun perjalanan tidak selalu mulus.
“Saat kelas 2 SMA, saya sempat kabur naik taksi saat jam istirahat karena sudah tidak kuat latihan. Tapi malamnya saya bicara panjang dengan ibu dan akhirnya kembali.”
Tahun 2022 membawa ujian lebih berat—sang ayah meninggal karena sakit. Dalam wawancara seusai draft, Seo-hyun menangis tersedu:
“Ayah belum sempat melihat saya bermain. Semoga dari atas sana beliau bangga. Saya ingin jadi anak yang membanggakan.”
Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah
Apakah kini ia sudah menjadi “anak yang membanggakan”? Seo-hyun terdiam sejenak sebelum menjawab.
“Masih jauh. Tapi belakangan saya lihat ibu sering mendapat ucapan selamat dari orang-orang, bahkan mentraktir makan dengan gembira. Saya bukan anak yang selalu patuh, tapi ibu tetap mendukung tanpa keluhan. Saya ingin membalasnya… mungkin lewat ‘terapi finansial’ kelak,” ujarnya sambil tersenyum.
Harapan itu segera berubah menjadi tekad.
“Musim ini saya ingin meraih Rookie Award. Ke depan, saya ingin jadi starter jangka panjang, masuk Best 7… dan tentu, main untuk tim nasional!”
Di matanya, tekad itu benar-benar terlihat—bening, tajam, dan penuh asa.