SOLO – Duet dadakan Indonesia, Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinara Nastine, semakin dekat dengan podium tertinggi di Kejuaraan Asia Junior 2025.
Mereka memastikan tiket final dengan menaklukkan wakil Korea Selatan. Prestasi ini kian mengejutkan karena mereka baru dipasangkan jelang turnamen.
Pasangan Lintang/Rinjani menunjukkan sinergi luar biasa saat mengandaskan permainan alot Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in dalam laga semifinal yang digelar di GOR Indoor Manahan, Solo, Sabtu (26/7/2025).
Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-14, 22-20 mengantar mereka menantang wakil kuat dari Tiongkok, Chen Jun Ting/Cao Zi Han, di partai final.
Laga tersebut berlangsung ketat, namun ganda muda Merah Putih tampil padu sejak awal.
Lintang yang dikenal dengan smes kerasnya didampingi Rinjani yang cerdas mengatur ritme di depan net.
Rinjani terus mengingatkan rekannya untuk tetap sabar dan tidak terburu-buru dalam mengatur serangan.
Bagi Rinjani, kemenangan ini terasa istimewa. Ia mengakui ada rasa lega karena berhasil membalas kekalahan saat nomor beregu melawan pasangan Korea yang sama.
Saat itu, ia dan Devin Artha Wahyudi menjadi salah satu pasangan yang gagal menyumbang poin pada kekalahan tipis 109-110 di perempat final.
“Perasaannya senang tapi belum sampai di sini senangnya, tinggal satu langkah lagi,” ujar Rinjani usai pertandingan.
Meski sudah mengamankan tiket ke final, Rinjani tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia bersama Lintang akan mempelajari permainan calon lawan dari Tiongkok terlebih dahulu sebelum bertarung di laga puncak.
“Besok pastinya mau menonton dulu permainan lawan sama seperti saat melawan pasangan Korea tadi,” lanjut Rinjani.
“Apa kelebihan dan kekurangannya sama di lapangan lebih kompak, tenang, serta konsisten sama pola permainannya,” imbuh pemain berusia 17 tahun tersebut.
Tak hanya di sektor ganda campuran, Rinjani juga memastikan diri mengantongi medali di ganda putri bersama Riska Anggraini, setelah mengalahkan unggulan teratas asal Thailand dan lolos ke perempat final.
Penampilan rangkapnya menjadi salah satu daya tarik Indonesia di kejuaraan ini.
“Kondisi sudah stabil dan pulih, saya berharap bisa maksimal untuk final di dua nomor,” kata Rinjani penuh semangat. “Dan kalau bisa ingin juara. Saya mau memberikan yang terbaik untuk partner saya dan pelatih,” imbuhnya.
Sementara itu, Lintang mengungkap bahwa kunci kemenangan mereka hari ini terletak pada strategi yang disusun bersama pelatih. Mereka menargetkan untuk terus menekan pemain putra Korea dari area belakang.
“Kemarin pelatih mengarahkan untuk menyaksikan pertandingan lawan, jadi kami sudah tau kelemahan dan kelebihan lawan dan pemain putranya (Lee Hyeong-woo) lebih mau mempercepat di area depan jadi kami berusaha dorong bola ke belakang,” jelas Lintang.
Lintang mengakui pada gim kedua, lawan sempat mengubah strategi dan nyaris memaksakan rubber game. “Untuk gim kedua Hyeong-woo mengubah pola main,” tuturnya.
“Dia mulai menyusun serangan dari belakang dan bermain cukup tenang serta konsisten. Tersusul pastinya tegang, untungnya ada pelatih yang terus mengingatkan,” jelasnya lagi.
Lintang dan Rinjani terus dibimbing oleh legenda ganda campuran Indonesia, Muhammad Rijal, yang turut berperan dalam menyusun strategi menghadapi lawan-lawan kuat di turnamen ini.***