JAKARTA – Laga Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon menjadi sorotan besar di Liga Champions setelah klub asal Norwegia itu menang telak 3-0 pada leg pertama babak 16 besar.
Kemenangan Bodo/Glimt atas Sporting Lisbon tidak hanya memperpanjang tren positif mereka di Liga Champions, tetapi juga menegaskan reputasi klub berjuluk Superlaget sebagai salah satu “pembunuh raksasa” baru di sepak bola Eropa.
Dalam laga yang berlangsung di Aspmyra Stadion, Bodø, Norwegia, Kamis, 12 Maret 2026, tim tuan rumah tampil agresif sejak awal dan sukses mengamankan kemenangan meyakinkan atas pemuncak klasemen Liga Portugal tersebut.
Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA itu menjadi panggung dominasi tuan rumah yang mampu mencetak dua gol pada babak pertama sebelum menutup kemenangan dengan gol tambahan setelah jeda.
Gol pembuka Bodo/Glimt lahir pada menit ke-32 setelah wasit Ivan Kružliak menunjuk titik putih akibat pelanggaran bek Sporting Lisbon, Georgios Vagiannidis, terhadap gelandang Sondre Brunstad Fet di area terlarang.
Sondre Fet yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses membawa tim tuan rumah unggul 1-0.
Keunggulan itu semakin mempertegas kontrol permainan tuan rumah yang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Menjelang berakhirnya babak pertama, Ole Blomberg menggandakan keunggulan tim Norwegia lewat tendangan kaki kanan yang terarah dan sulit dihentikan penjaga gawang Rui Silva.
Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 2-0 bagi Bodo/Glimt.
“Harus saya katakan bahwa kami bermain sangat baik hari ini, terutama di babak pertama. Saya pikir kami bermain sepak bola dengan sangat tepat,” ujar Kjetil Knutsen, manajer Bodo/Glimt, seusai pertandingan.
Memasuki babak kedua, Sporting Lisbon yang dilatih Rui Borges mencoba meningkatkan intensitas permainan untuk mengejar ketertinggalan.
Peluang terbaik tim tamu muncul pada menit ke-52 melalui skema tendangan sudut yang dieksekusi Luis Guilherme.
Bola kemudian diarahkan ke João Simões yang menanduknya menuju Ousmane Diomande, namun sundulan bek tersebut masih melambung di atas mistar gawang.
Kesempatan emas yang terbuang itu menjadi titik balik yang membuat Sporting semakin kesulitan membangun momentum.
Sebaliknya, Bodo/Glimt justru kembali memperlebar jarak lewat gol ketiga pada menit ke-71.
Striker Kasper Høgh menyambut umpan silang Jens Petter Hauge dengan sundulan tajam yang menembus pertahanan Sporting dan memperdaya Rui Silva.
Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 bagi klub Norwegia itu.
Hasil ini menjadi kemenangan kelima secara beruntun bagi Bodo/Glimt di kompetisi Liga Champions musim ini.
Kemenangan tersebut juga membuat mereka semakin dekat mencatat sejarah sebagai klub Norwegia kedua yang mampu mencapai perempat final Liga Champions sejak Rosenborg pada musim 1996/1997.
Sementara itu, Sporting Lisbon kini menghadapi tekanan besar untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.
Harapan tim berjuluk Leões untuk lolos ke babak delapan besar kini bergantung pada pertandingan balasan di Estádio José Alvalade, Lisbon, pada 18 Maret 2026.
Sporting harus mengejar defisit tiga gol jika ingin menjaga peluang mereka tetap hidup di kompetisi paling prestisius di Eropa tersebut.***