JAKARTA – Kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel tercatat mencapai angka rata-rata harian tertinggi sejak PBB mulai mengumpulkan data pada 2005, menurut laporan Hak Asasi Manusia yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 2024.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa, “Di Tepi Barat, kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka melampaui rata-rata harian tertinggi yang tercatat sejak PBB mulai mengumpulkan data pada 2005.”
Laporan Deplu AS juga menyoroti putusan Pengadilan Tinggi Israel pada 29 Juli yang menyatakan bahwa pemerintah Israel memiliki kewajiban untuk melindungi warga Palestina dari kekerasan yang dilakukan oleh pemukim.
Dokumen itu mengungkapkan tuduhan serius terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki, termasuk laporan pembunuhan sewenang-wenang, pelanggaran hukum, serta pembatasan berat terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan media.
Salah satu peristiwa tragis yang tercatat adalah pembunuhan Aysenur Ezgi Eygi, seorang aktivis hak asasi manusia Turki-Amerika, yang ditembak di kepala oleh penembak jitu Israel pada 6 September saat menghadiri demonstrasi menentang permukiman ilegal Israel di dekat Nablus, Tepi Barat. Laporan tersebut mencatat bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengungkapkan bahwa “sangat mungkin [Eygi] terkena tembakan IDF secara tidak langsung dan tidak sengaja yang tidak ditujukan kepadanya,” dan investigasi lebih lanjut dilanjutkan hingga akhir tahun.
Laporan juga menyoroti pembatasan kebebasan media di wilayah tersebut. “LSM dan jurnalis melaporkan bahwa pihak berwenang membatasi liputan pers dan membatasi bentuk-bentuk ekspresi tertentu, terutama dalam konteks kritik terhadap perang atau simpati terhadap warga Palestina di Gaza,” ungkap laporan itu, dilansir dari Anadolu.
Selain itu, Persatuan Jurnalis di Israel menerima laporan mengenai lima penahanan jurnalis dan 13 serangan fisik terhadap jurnalis oleh pasukan keamanan Israel sepanjang tahun tersebut.