JAKARTA – Menteri PANRB, Rini Widyantini, menyatakan komitmennya untuk mendukung kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Rini menyampaikan antusiasmenya terhadap peluang kerjasama ini yang diyakini dapat meningkatkan layanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami sangat menyambut baik peluang kolaborasi ini karena selain dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kerjasama ini juga akan turut mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rini dalam pertemuan tersebut.
Berdasarkan Prioritas Nasional (PN) ke-7, yang fokus pada penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan birokrasi yang adaptif dan mampu memberikan pelayanan publik yang prima.
Dalam konteks ini, Rini menyatakan bahwa Kadin memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Kadin diharapkan dapat berkontribusi pada beberapa aspek penting, termasuk penguatan teknologi digital dan pengembangan SDM digital untuk pemerintahan.
“Melalui kerjasama ini, Kadin dapat memberikan dukungan melalui investasi teknologi digital dan kemitraan untuk mempercepat adopsi layanan digital di kalangan masyarakat dan dunia usaha. Praktik terbaik yang ada di dunia usaha dapat menjadi pendorong utama dalam transformasi digital pemerintah,” tambah Rini.
Selain itu, Rini juga menyoroti pentingnya kontribusi Kadin dalam meningkatkan kapasitas keamanan siber pemerintah. Melalui standar industri dan kolaborasi dalam mitigasi risiko serangan siber, Kadin diharapkan dapat turut serta dalam penguatan pertahanan siber nasional.
Kadin juga berperan penting dalam pengembangan SDM digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN), dengan cara menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi digital.
Kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam riset serta pengembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) juga dianggap vital untuk mencapai efisiensi birokrasi.
“Melalui kolaborasi yang berorientasi pada program berbagi dan aktivitas bersama yang fokus pada pencapaian hasil bersama, kita dapat mempercepat transformasi digital nasional demi mewujudkan birokrasi modern, pelayanan publik yang lebih baik, serta integrasi ekonomi dan keuangan digital yang lebih kuat,” tegas Rini.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Transformasi Teknologi dan Digital, Teguh Ananta Wikrama, juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung transformasi digital pemerintah. Ia menegaskan bahwa Kadin siap berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, baik dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia, guna meningkatkan pelayanan publik yang lebih efisien dan responsif.
“Kami siap memberikan kontribusi maksimal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam rangka mendukung transformasi digital pemerintah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Teguh dengan penuh semangat.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan transformasi digital Indonesia dapat berjalan lebih cepat, menciptakan birokrasi yang lebih efisien, serta mempercepat adopsi teknologi digital dalam sektor publik dan swasta.