Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI resmi membuka pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPT Madya) untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Proses pendaftaran dibuka mulai Selasa, 3 Februari hingga 17 Februari 2026, dan dilakukan secara daring melalui laman asnkarier.bkn.go.id.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif karena membuka peluang yang setara, tidak hanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga bagi kalangan profesional non-ASN yang memiliki kompetensi dan rekam jejak di bidang industri olahraga.
Ketua Panitia Seleksi Gunawan Suswantoro menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
“Seleksi ini bertujuan menemukan figur yang mampu membangun industri olahraga secara berkelanjutan ke depan,” ujar Gunawan dalam konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).
Jabatan Baru yang Strategis
Posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga tergolong jabatan strategis yang relatif baru, karena baru mulai berjalan sejak November 2025 dan hingga kini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Gunawan mengungkapkan, selama 32 tahun berkarier di pemerintahan, ini merupakan kali pertama ia terlibat dalam seleksi terbuka untuk jabatan deputi di lingkungan Kemenpora, khususnya di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Anggota Panitia Seleksi Rabin Indrajad Hattari menambahkan bahwa penguatan industri olahraga merupakan salah satu prioritas utama Menpora Erick Thohir, sebagaimana disampaikan dalam Indonesia Sport Summit.
“Pak Menteri ingin industri olahraga Indonesia berkembang dan berdaya saing seperti di negara-negara maju,” jelas Rabin.
Tim Seleksi Lintas Latar Belakang
Panitia seleksi terdiri dari lima orang dengan latar belakang yang beragam guna menjamin objektivitas dan kredibilitas proses seleksi. Selain Gunawan Suswantoro selaku ketua yang juga menjabat Sekretaris Kemenpora, tim seleksi mencakup Chandra Hamzah (akademisi dan mantan pimpinan KPK), Susyanto dari kalangan profesional, Rabin Indrajad Hattari (Sekretaris Kementerian BUMN), serta Amperawan dari Sekretariat Dukungan Kabinet Kementerian Sekretariat Negara.
Chandra Hamzah menegaskan bahwa proses seleksi akan berjalan independen dan bebas dari intervensi.
“Kami sepakat untuk memilih yang terbaik melalui sistem yang transparan, demi memajukan olahraga sekaligus industrinya,” tegasnya.
Kebijakan seleksi terbuka ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi sebagai prioritas nasional. Menteri PAN-RB Rini Widyantini juga menegaskan bahwa sistem merit menjadi fondasi utama dalam transformasi ASN, guna memastikan setiap pejabat strategis diisi oleh sosok dengan kualifikasi, kompetensi, dan integritas yang memadai.
