JAKARTA – Perkembangan geopolitik global yang terus berubah menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Isu pertahanan kini tidak hanya berkutat pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup faktor politik internasional, ekonomi global, hingga kemajuan teknologi.
AKM Bidang TIK pada Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Laut (P) Dr. Hari Suyanto, menekankan bahwa pertahanan merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara di tengah situasi global yang semakin kompleks.
“Isu pertahanan adalah aspek fundamental yang tidak bisa dipisahkan dari dinamika geopolitik internasional. Setiap perubahan global akan membawa implikasi langsung terhadap stabilitas keamanan nasional,” ujar Hari Suyanto saat memberikan materi pelatihan peliputan di daerah rawan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di Menlatpur Kostrad, Sangabuana, Karawang beberapa Waktu lalu.
Menurutnya, ketegangan antarnegara, konflik regional, hingga rivalitas kekuatan besar menjadi indikator bahwa lingkungan strategis global berada dalam fase yang tidak stabil. Kondisi tersebut menuntut negara untuk memiliki kebijakan pertahanan yang adaptif dan responsif terhadap berbagai skenario ancaman.
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis di persimpangan jalur perdagangan dunia, memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas kawasan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap isu-isu pertahanan global menjadi kebutuhan mendesak dalam perumusan kebijakan nasional.
