JAKARTA – Pertandingan antara Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Sri Pahang FC pada final Piala Malaysia 2024/2025 sempat diwarnai keributan sebelum kick-off di depan Axiata Arena, Minggu (27/4/2025). Perkelahian melibatkan dua kelompok suporter, dengan insiden ‘kungfu’ berupa pukulan, tendangan, hingga pelemparan benda seperti suar, botol, dan benda tajam.
Keributan yang terjadi sekitar pukul 19.10 waktu setempat berhasil diredam oleh pihak berwenang, dan tidak berlanjut hingga pertandingan dimulai.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyerukan perubahan sikap kepada para suporter yang datang ke stadion dengan niat membuat keributan. “Segelintir penggemar sepak bola yang datang ke stadion dengan tujuan membuat keributan perlu mengubah sikap mereka,” tegasnya.
Hannah menyoroti dampak keributan yang dapat menciptakan rasa tidak aman bagi suporter lain, terutama mereka yang hadir bersama keluarga. “Suasana agak tercemar ketika insiden seperti ini terjadi, dan sebagian orang mungkin merasa tidak aman untuk pergi ke stadion,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kode Olahraga Aman harus diterapkan tidak hanya untuk atlet dan pelatih, tetapi juga pendukung, demi menjamin keselamatan. “Kami ingin laporan yang positif agar seluruh anggota keluarga bisa menikmati olahraga dan rekreasi dengan tenang. Menonton pertandingan juga merupakan kegiatan yang dapat mengurangi stres,” ujar Hannah.
