Dua minggu setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen rahasia terkait Jeffrey Epstein, gelombang pengunduran diri dan penyelidikan pidana mulai menyapu ruang rapat korporat, kantor pemerintahan, hingga institusi akademik dari Wall Street hingga Dubai.
Tumbangnya Para Raksasa pada “Kamis Kelabu”
Dampak dari rilis dokumen tertanggal 30 Januari tersebut memuncak pada Kamis (14/2) dengan tiga perkembangan dramatis:
-
Raksasa Logistik Dubai Goyah: Sultan Ahmed bin Sulayem, sosok yang telah memimpin DP World selama lebih dari 40 tahun, resmi digantikan. Langkah ini diambil setelah email yang bocor mengungkap hubungan “teman dekat pribadi” antara dirinya dengan Epstein, termasuk pesan-pesan eksplisit mengenai seorang wanita muda.
-
Eksodus di Goldman Sachs: Kathy Ruemmler, Chief Legal Officer Goldman Sachs sekaligus mantan penasihat hukum Gedung Putih era Obama, mengumumkan pengunduran dirinya. Dokumen mengungkap hubungan akrab di mana ia menyapa Epstein dengan sebutan “Paman Jeffrey” dan menerima hadiah mewah berupa tas Hermès senilai Rp145 juta ($9.350).
-
Eks Perdana Menteri Dituntut: Di Norwegia, otoritas hukum resmi menuntut mantan PM Thorbjørn Jagland dengan tuduhan “korupsi berat” atas hubungannya dengan sang predator seksual tersebut.
Rilis jutaan dokumen ini merupakan mandat dari Kongres AS melalui Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Berkas-berkas tersebut membongkar tabir komunikasi gelap yang tetap berlanjut bahkan setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 terkait kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur.
Selain ketiga nama di atas, Brad Karp juga telah melepaskan jabatannya sebagai ketua firma hukum elit Paul Weiss pada awal Februari. Email menunjukkan Karp mengunjungi rumah mewah Epstein di Manhattan dan sempat meminta bantuan Epstein agar putranya bisa mendapatkan pekerjaan di bawah sutradara Woody Allen.
Fenomena ini membuktikan bahwa meskipun Jeffrey Epstein telah meninggal dunia, “warisan” koneksinya tetap menjadi bom waktu yang siap menghancurkan reputasi siapa pun yang pernah berada di lingkaran dalamnya. Penyelidikan diperkirakan akan terus meluas seiring dengan dipelajarinya jutaan dokumen lainnya oleh otoritas hukum di seluruh dunia.
