JAKARTA – Kontroversi mewarnai laga kedua final Liga Voli Korea 2024-2025 antara Incheon Heungkuk Life Pink Spiders dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, yang digelar di Incheon, Korea Selatan, pada Rabu (2/4/2025). Protes keras datang dari kubu Pink Spiders setelah keputusan wasit yang menguntungkan Red Sparks.
Insiden bermula pada akhir set pertama ketika Pink Spiders, melalui serangan Jeong Yun-ju, berhasil menyamakan kedudukan 24-24. Namun, Red Sparks mengajukan challenge dengan alasan terjadi pelanggaran overnet yang melibatkan setter Pink Spiders, Lee Go-eun. Menurut aturan, pelanggaran overnet terjadi jika seorang pemain menyentuh bola di wilayah lawan saat tidak dalam blok atau serangan.
Meski gerakan Lee Go-eun tidak tampak mencurigakan, challenge Red Sparks diterima dan set pertama dimenangkan oleh tim tamu. Pink Spiders, yang tak terima, melakukan protes keras. Pelatih Marcello Abbondanza dan pemain bintang Kim Yeon-koung terlihat berdebat dengan wasit.
Pink Spiders kemudian melayangkan challenge balik, mengklaim bahwa terjadi gangguan oleh pemain Red Sparks, Jung Ho-young, yang menyentuh tangan Lee Go-eun. Namun, upaya mereka tak membuahkan hasil.
Direktur Operasional KOVO, Kim Se-jin, segera mengadakan konferensi pers pasca-laga untuk meredakan ketegangan. Dalam pernyataannya, Kim menunjukkan bukti video yang mendukung keputusan wasit. “Keputusan ini faktual. Tangan Lee Go-eun melewati net, itu adalah pelanggaran overnet,” jelas Kim sambil memperlihatkan cuplikan pertandingan dari laptopnya, dilansir dari bolasports.
Meski kontroversi ini menyisakan amarah di pihak Pink Spiders, tim tersebut tetap unggul dalam seri final dengan dua kemenangan dari dua laga pertama. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara. Pertandingan ketiga akan digelar pada Jumat (4/4/2025) di kandang Red Sparks, Chungmu Gymnasium, Daejeon.