JAKARTA – Kekalahan tipis San Antonio Spurs dari Minnesota Timberwolves dalam laga pembuka semifinal Wilayah Barat NBA memunculkan sorotan tajam setelah liga mengakui adanya kesalahan keputusan di momen krusial pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung sengit hingga detik terakhir itu berakhir dengan skor 104-102 untuk kemenangan Timberwolves, namun drama tidak berhenti di lapangan karena laporan resmi NBA justru mengungkap detail yang luput dari perhatian wasit.
Sorotan utama tertuju pada insiden di satu menit terakhir yang dinilai berpotensi mengubah jalannya pertandingan, sekaligus memperkuat narasi kontroversi dalam duel ketat dua tim tersebut.
San Antonio Spurs sebenarnya tampil kompetitif sepanjang laga dengan kontribusi luar biasa dari Victor Wembanyama yang mencatat triple-double impresif berupa 11 poin, 15 rebound, dan 12 blok ditambah lima assist dalam performa dominan di kedua sisi lapangan.
Namun dominasi individu tersebut belum cukup untuk meredam agresivitas Minnesota Timberwolves yang tampil solid melalui duet Julius Randle dan Anthony Edwards sebagai motor serangan tim.
Randle mencatatkan double-double dengan 21 poin dan 10 rebound, sementara Edwards tampil efisien dengan 18 poin dari akurasi tembakan tinggi yang menjadi kunci kemenangan tim tamu.
Spurs sempat membuka peluang comeback dramatis setelah Devin Vassell mencuri bola yang berujung pada layup Dylan Harper untuk memangkas selisih menjadi dua poin di sisa 31 detik pertandingan.
Kesempatan emas bahkan terbuka saat Randle gagal memasukkan tembakan di delapan detik terakhir, namun peluang tersebut tidak dimaksimalkan setelah Julian Champagnie gagal mengeksekusi tembakan tiga angka penentu kemenangan saat buzzer berbunyi.
Di balik ketegangan tersebut, NBA melalui laporan Last Two Minute (L2M) mengonfirmasi adanya satu keputusan yang keliru dari perangkat pertandingan dalam momen penting.
Insiden terjadi saat Champagnie berusaha mengamankan rebound dari percobaan layup Wembanyama dengan waktu tersisa 1 menit 13 detik, sebelum ia terjatuh akibat kontak fisik dengan Randle.
Dalam situasi tersebut, Champagnie masih mampu menguasai bola dan mencetak poin, namun laporan resmi menyebut bahwa seharusnya terjadi pelanggaran yang menguntungkan Spurs.
“Randle melakukan kontak dengan mendorong bagian atas tubuh Champagnie menggunakan lengan, yang menyebabkan pemain Spurs itu kehilangan keseimbangan saat mengamankan bola,” tulis laporan L2M NBA seperti dilansir Athlon Sports, Rabu (6/5/2026).
Laporan itu juga menjelaskan bahwa kontak tersebut memicu Champagnie menyentuh garis baseline yang sebenarnya bisa dianggap pelanggaran keluar lapangan, namun tidak ditiup oleh wasit.
Keputusan yang saling bertolak belakang tersebut pada akhirnya tidak mengubah hasil langsung dari penguasaan bola, tetapi tetap menjadi catatan penting dalam evaluasi pertandingan.
Beruntung bagi Spurs, Champagnie masih mampu mencetak angka dalam rangkaian tersebut sehingga kesalahan wasit tidak berujung kerugian langsung berupa turnover.
Meski demikian, hasil akhir tetap tidak berpihak kepada Spurs yang kini tertinggal 0-1 dalam seri dan berada dalam tekanan untuk bangkit pada gim kedua.
Laga selanjutnya menjadi krusial bagi San Antonio Spurs agar tidak tertinggal lebih jauh sebelum seri berpindah ke markas Minnesota Timberwolves.***