JAKARTA – Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26, Kamis 16 April 2026 dini hari WIB, menyisakan polemik besar yang disorot langsung oleh pelatih Alvaro Arbeloa dalam evaluasi pasca-pertandingan.
Arbeloa menilai jalannya laga berubah drastis setelah keputusan kontroversial wasit yang mengganjar kartu merah kepada Eduardo Camavinga dalam momen krusial pertandingan.
“Bagaimana Anda bisa mengeluarkan pemain karena hal seperti itu dalam pertandingan seperti ini.”
“Jelas bahwa pertandingan berakhir pada saat itu,” ujarnya
Menurut Arbeloa, insiden tersebut bukan sekadar keputusan biasa, melainkan faktor penentu yang merusak keseimbangan permainan dan membuat timnya kehilangan kendali atas pertandingan.
Ia menyebut keputusan wasit sulit dijelaskan secara logika dan terasa tidak adil bagi tim yang tengah berjuang menjaga peluang lolos ke semifinal.
“Saya merasa sangat bangga pada mereka, pada para penggemar serta klub. Ada satu hal yang menyakitkan dari kekalahan ini yaitu kami tidak akan memenangkan gelar ke-16 tahun ini,” lanjut Arbeloa.
Pelatih muda itu tetap membela strategi yang diterapkannya dengan menurunkan komposisi terbaik sejak awal, karena menurutnya para pemain telah menunjukkan komitmen dan daya juang tinggi sepanjang laga.
“Mereka menunjukkan banyak karakter di stadion ini melawan tim hebat.”
“Sayangnya kami tidak bisa mengonversi peluang karena yang paling penting adalah bersikap tegas ketika berada di dekat kiper,” tuturnya.
Situasi ruang ganti selepas pertandingan pun disebut Arbeloa dipenuhi kekecewaan mendalam, terutama karena para pemain merasa usaha keras mereka sirna akibat keputusan yang dianggap merugikan.
“Saya pikir wasit sering kali tidak bermain sepak bola atau tidak memahami cara menangani situasi seperti ini, selain tidak mengetahuinya.”
“Saya pikir lebih buruk lagi jika tidak mengetahui bahwa seorang pemain yang baru saja menerima kartu sedang mendapat penalti,” ujarnya.
Arbeloa tidak menampik tanggung jawab atas hasil akhir yang mengecewakan tersebut, meskipun ia tetap meminta dukungan penuh dari suporter terhadap performa tim di lapangan.
“Saya tidak pernah ingin memenangkan pertandingan melalui keputusan saya, tetapi dengan membantu para pemain di lapangan. Saya selalu berusaha membantu klub semampu saya,” ucapnya.
“Saya seorang pria di klub ini, jika saya terluka hari ini itu bukan karena diri saya sendiri. Ini untuk Real Madrid dan masa depan saya tidak terlalu menjadi perhatian,” ucap Arbeloa.
Kekalahan ini sekaligus memastikan langkah Real Madrid terhenti di babak perempat final dan mengubur ambisi meraih gelar ke-16 di kompetisi elit Eropa musim ini.***