KALSEL — Jumlah korban meninggal dalam insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan Selatan bertambah menjadi enam orang. Data terbaru Pos SAR Nasional Banjarmasin menyebutkan, enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dari total 103 orang yang telah dievakuasi hingga Minggu (13/9/2026) siang.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu dini hari. Kapal penumpang tersebut diketahui membawa total 243 orang ketika menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan sebelum komunikasi dengan kapal terputus.
Pembaruan jumlah korban disampaikan Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin melalui laporan terbaru pada pukul 14.30 WITA. Data tersebut sekaligus memperbarui laporan awal yang dihimpun Kantor Basarnas Banjarmasin pada pukul 12.00 WITA.
Dalam laporan awal, enam orang yang dievakuasi oleh kapal tunda TB TCP tercatat seluruhnya dalam kondisi selamat. Namun, setelah dilakukan verifikasi kembali terhadap kondisi para korban di lapangan, diketahui hanya satu orang yang selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.
“Korban yang dievakuasi di TB TCP itu berjumlah enam orang dengan kondisi satu selamat dan lima korban meninggal dunia,” tulis laporan resmi Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin.
Lima korban yang ditemukan oleh TB TCP kemudian menambah jumlah korban meninggal menjadi enam orang. Sebelumnya, satu korban meninggal dunia telah lebih dahulu dievakuasi oleh kapal tunda TB Mauhaw IX.
Dengan pembaruan tersebut, dari 243 orang yang berada dalam pelayaran KM Virgo Transport 8, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi hingga laporan terakhir. Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang dan kru yang belum ditemukan.
Penyisiran terus dilakukan di sekitar titik koordinat terakhir KM Virgo Transport 8. Operasi pencarian dan pertolongan juga melibatkan berbagai unsur kapal yang melintas di sekitar jalur pelayaran Surabaya–Banjarmasin untuk membantu menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
Tim SAR gabungan hingga kini masih mengoptimalkan operasi pencarian dengan mengacu pada perkembangan informasi di lapangan. Pembaruan data korban akan terus dilakukan berdasarkan hasil evakuasi dan verifikasi terhadap para korban yang ditemukan.