NEW DELHI, INDIA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang dipimpin India di New Delhi pada 2026 diproyeksikan menjadi tonggak krusial dalam memperkuat posisi blok negara berkembang di panggung ekonomi global. Meski tanggal pasti penyelenggaraan belum diumumkan secara resmi, persiapan intensif telah dimulai sejak India mengambil alih kepemimpinan BRICS pada 1 Januari 2026.
Tema utama kepemimpinan India tahun ini adalah “Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability” (Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan). Pendekatan tersebut menekankan prioritas pada kesejahteraan masyarakat dengan semangat humanity-first atau mengutamakan kemanusiaan, sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Narendra Modi pada KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro.
Peluncuran logo, tema, dan situs resmi brics2026.gov.in dilakukan oleh Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar pada 13 Januari 2026 di New Delhi. Logo KTT terinspirasi dari bunga teratai, bunga nasional India, dengan kelopak yang mencerminkan warna negara-negara anggota. Desain ini melambangkan inklusivitas, dialog, dan pertumbuhan bersama.
Agenda strategis KTT mencakup penguatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antarnegara guna mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Diskusi juga akan menyoroti potensi mekanisme keuangan berbasis emas serta interoperabilitas mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) di antara negara anggota BRICS. Salah satu usulan datang dari Reserve Bank of India terkait penghubungan sistem CBDC untuk memperlancar pembayaran lintas batas dan perdagangan.
Selain isu moneter, ekspansi keanggotaan dan kemitraan dengan negara baru menjadi fokus penting seiring upaya BRICS membangun tatanan multipolar yang lebih seimbang. Saat ini, BRICS memiliki 10 anggota penuh, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
India menargetkan fase baru kemandirian ekonomi BRICS, di mana mata uang lokal dapat berdampingan dengan dolar AS, euro, dan pound sterling dalam transaksi global. Meski belum ada kebijakan besar yang diumumkan sepanjang 2025, KTT 2026 diharapkan menghasilkan langkah konkret yang berpotensi mengubah dinamika ekonomi internasional.
Keberhasilan berbagai inisiatif tersebut sangat bergantung pada komitmen bersama serta implementasi di tingkat nasional masing-masing negara anggota. Di bawah kepemimpinan India, BRICS diharapkan semakin berperan sebagai platform strategis bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, risiko iklim, dan disrupsi teknologi.
Kalau mau, saya bisa lanjutkan dengan versi lebih ringkas, dijadikan naskah berita hard news, atau sekalian dibuatkan judul yang tajam dan kuat.
