JAKARTA – Manchester United membuka perjalanan di Liga Champions 2026/27 dengan kemenangan telak 4-0 atas Sabah di Old Trafford.
Kemenangan itu bukan hanya menghadirkan awal sempurna bagi MU, tetapi juga membuka peluang bagi Leny Yoro untuk mencuri perhatian.
Bek berusia 20 tahun tersebut tampil sejak menit pertama dan berduet dengan Lisandro Martinez di jantung pertahanan United.
Yoro mendapat kesempatan setelah Michael Carrick melakukan rotasi untuk menghadapi padatnya jadwal, termasuk Derbi Manchester.
Kepercayaan itu langsung dibayar Yoro dengan penampilan tenang sepanjang pertandingan melawan wakil Azerbaijan tersebut.
MU bahkan mampu mengakhiri laga tanpa kebobolan setelah sebelumnya kerap bermasalah dalam menjaga pertahanan di Liga Inggris.
Matheus Cunha membuka skor pada menit ke-27 sebelum Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko menambah keunggulan menjelang turun minum.
Lisandro Martinez kemudian melengkapi pesta gol United pada menit ke-68 melalui gol yang membuat skor berubah menjadi 4-0.
Bagi Yoro, laga tersebut menjadi panggung penting untuk menunjukkan bahwa dirinya layak mendapat peran lebih besar di skuad utama.
Martinez pun memberikan apresiasi tinggi terhadap partner mudanya setelah melihat langsung ketenangan Yoro dalam mengawal lini belakang.
“Penampilan Leny Yoro luar biasa,” kata Martinez kepada wartawan seperti dilansir Goal, Sabtu (12/9/2026).
“Dia bermain sangat baik saat bertahan maupun ketika menguasai bola, tetap tenang dan mampu mengendalikan setiap situasi, termasuk duel satu lawan satu.”
“Dia adalah masa depan klub ini, sungguh. Dan kami harus membantunya.”
Pujian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Yoro mulai mendapatkan kepercayaan dari pemain senior di ruang ganti Manchester United.
Performa Yoro juga memberikan Carrick tambahan opsi setelah United mengalami sejumlah persoalan dalam komposisi lini belakang pada awal musim.
Sebelum menghadapi Sabah, Carrick sempat menggunakan Ayden Heaven pada laga pembuka, kemudian memasangkan Harry Maguire dengan Martinez dalam pertandingan liga berikutnya.
Yoro sebelumnya juga sempat menjadi pilihan utama di bawah Ruben Amorim, tetapi menit bermainnya menurun dan ia mengakhiri musim lalu dengan 18 penampilan sebagai starter Premier League.
Kini persaingan posisi bek tengah kembali terbuka karena performa Yoro menghadirkan alternatif berbeda bagi Carrick.
Kemenangan atas Sabah menjadi semakin penting karena United datang ke pertandingan Eropa setelah kebobolan dua gol dalam setiap laga Premier League awal musim.
Martinez mengakui kondisi tersebut membuat tim kecewa karena pertahanan solid menjadi syarat penting untuk bersaing di level tertinggi.
“Saya pikir saat menghadapi Everton, kami bermain untuk mendapatkan clean sheet, tetapi kemudian kebobolan gol, dan itulah yang membuat kami kesal,” ujar Martinez.
“Ini benar-benar buruk, tentu saja, karena kami ingin berada di level tersebut, dan jika ingin bersaing, kami harus menjaga clean sheet karena itu sangat penting.”
“Tetapi hari ini kami berhasil melakukannya, dan kami harus membangun momentum dari sini.”
Clean sheet melawan Sabah pun menjadi modal positif United sebelum menghadapi Manchester City dalam Derbi Manchester akhir pekan ini.
Namun, peluang Yoro untuk kembali menjadi starter belum otomatis terbuka karena Carrick masih memiliki pilihan berpengalaman seperti Martinez dan Maguire.
Derbi melawan City akan menjadi ujian berbeda karena tekanan, intensitas, dan kualitas lini depan lawan jauh lebih tinggi.
Carrick diperkirakan harus membuat keputusan penting mengenai pasangan bek tengah yang akan dipercaya dalam pertandingan tersebut.
Jika Yoro kembali tampil meyakinkan, persaingan posisi di lini belakang United dipastikan semakin menarik untuk diperhatikan.
Bagi pemain muda asal Prancis itu, kemenangan atas Sabah menjadi kesempatan penting untuk mengirim pesan kepada Carrick.
Sementara bagi Martinez, penampilan Yoro menunjukkan bahwa United memiliki aset muda yang berpotensi menjadi fondasi pertahanan klub dalam jangka panjang.
Kembalinya MU ke Liga Champions sendiri dimulai dengan hasil impresif setelah absen dari kompetisi tersebut selama hampir tiga tahun.
Kini perhatian United beralih ke Derbi Manchester, dengan Yoro menjadi salah satu pemain yang berpotensi membuat Carrick semakin sulit menentukan komposisi pertahanan.***