JAKARTA – Liverpool membuka perjalanan mereka di Liga Champions musim ini dengan kemenangan dramatis.
Bermain di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB, The Reds menekuk Atletico Madrid 3-2 lewat gol penentu Virgil van Dijk di menit ke-92.
Sundulan bek asal Belanda itu lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi Dominik Szoboszlai.
Laga berlangsung penuh tensi. Tim asuhan Arne Slot sempat memimpin dua gol berkat torehan Andrew Robertson dan Mohamed Salah.
Namun, Atletico Madrid menunjukkan perlawanan sengit melalui Marcos Llorente yang sukses mencetak dwigol dan menyamakan kedudukan.
Drama terjadi di penghujung pertandingan saat Van Dijk memastikan tiga poin bagi Liverpool di hadapan pendukungnya.
Kemenangan ini mencatatkan rekor spesial. Liverpool kembali menorehkan hasil positif dengan gol penentu di masa injury time, yang sudah kelima kalinya mereka lakukan.
Slot menilai mentalitas serta fisik anak asuhnya jadi kunci untuk tetap kompetitif hingga menit akhir.
“Mentalitas tim sangat penting,” kata Slot seperti dilansir dari laman Liverpool Official. “Mereka selalu mampu mendorong di menit akhir.”
Hasil ini juga terasa spesial bagi Slot yang merayakan ulang tahun pada hari pertandingan.
“Hadiah bagus dari para pemain,” ucapnya.
Meski puas, Slot mengakui Liverpool seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih cepat.
“Banyak peluang tidak termanfaatkan,” ujarnya.
Pertandingan ini juga menjadi debut untuk rekrutan anyar Alexander Isak. Striker asal Swedia tampil 60 menit dan menuai pujian dari sang pelatih.
“Saya terkejut dengan kebugarannya,” kata Slot.
Namun, Slot memastikan Isak belum siap bermain penuh 90 menit, terutama jelang laga derby. Manajemen kondisi fisik menjadi prioritas dalam strategi rotasi skuad.
Lebih jauh, Slot menegaskan bahwa timnya tak bisa terus bergantung pada gol-gol di penghujung laga.
“Akan ada laga yang lebih mudah,” katanya.
Ia pun menyoroti kualitas individu sebagai faktor penting kemenangan Liverpool.
Menurutnya, kolaborasi Szoboszlai dalam memberi umpan dan ketepatan sundulan Van Dijk menjadi bukti kualitas The Reds dalam menuntaskan momen krusial.***