JAKARTA – Liverpool mulai menata masa depan posisi penjaga gawang dengan merekrut wonderkid Belgia, Lucca Brughmans, dari Genk.
Kiper berusia 18 tahun itu ditebus dengan nilai transfer hingga £30 juta atau sekitar Rp718,77 miliar.
Brughmans menandatangani kontrak jangka panjang selama enam tahun bersama Liverpool sebelum kembali ke Genk.
Ia akan menjalani musim 2026/2027 bersama klub Belgia tersebut dengan status pinjaman dari Liverpool.
Langkah itu menunjukkan keseriusan Liverpool menyiapkan regenerasi di bawah mistar setelah era Alisson Becker memasuki fase penting.
Brughmans memiliki postur sekitar 2,01 meter dan dinilai sebagai salah satu prospek kiper muda menarik dari Belgia.
Mengutip TEAMTalk, Minggu (6/9/2026), Liverpool menyelesaikan transfer Brughmans pada bursa musim panas setelah mendapatkan kesepakatan dengan Genk.
Kepindahan tersebut sekaligus mempertegas strategi Liverpool dalam mengamankan pemain muda berpotensi besar untuk kebutuhan jangka panjang.
Brughmans mengaku sangat antusias setelah resmi menjadi bagian dari klub Merseyside tersebut.
“Sangat bahagia dan bersyukur. Ini merupakan langkah besar dan kesempatan luar biasa.”
“Saya bangga, bersemangat, dan menantikan apa yang akan terjadi di klub bersejarah ini.”
“Saya bermimpi suatu hari mengenakan seragam Liverpool dan bermain di Anfield.”
Meski sudah menjadi pemain Liverpool, Brughmans belum langsung bergabung dengan skuad utama di Inggris.
Genk tetap menjadi tempatnya berkembang sepanjang musim 2026/2027 sebelum rencana kepindahannya ke Merseyside terealisasi.
Manajer Genk, Jess Thorup, kini menghadapi tantangan menjaga perkembangan sang kiper dari tekanan besar akibat transfer bernilai tinggi.
Thorup mengakui sudah berbicara langsung dengan Brughmans mengenai perubahan besar dalam kehidupan dan kariernya.
“Tentu saja saya sudah berbicara dengan Lucca mengenai transfernya.”
“Kami membahas pengalaman menuju Liverpool, keterlibatan keluarganya, dan berbagai hal lainnya.”
Menurut Thorup, kepindahan ke klub sebesar Liverpool merupakan impian hampir setiap pemain muda.
Namun, ia mengingatkan bahwa Brughmans masih berada pada tahap awal karier profesional sehingga membutuhkan perlindungan yang tepat.
“Setiap pemain memimpikan hal seperti ini, lalu tiba-tiba Anda berada di tengah situasi tersebut sebelum benar-benar menyadarinya.”
Thorup menilai Brughmans perlu waktu untuk memahami perubahan besar yang terjadi setelah transfer tersebut.
Sorotan media juga menjadi perhatian karena besarnya nilai transfer yang melekat pada nama sang kiper muda.
“Tentu saja banyak hal akan datang kepadanya.”
“Dia berada dalam sorotan karena besarnya biaya transfer yang terlibat.”
Karena itu, Thorup berjanji mengambil langkah tertentu untuk memastikan Brughmans tidak terbebani ekspektasi berlebihan.
“Saya akan melindunginya pada saat-saat yang tepat.”
“Kita tidak boleh lupa bahwa perannya sebagai penjaga gawang utama Genk masih merupakan sesuatu yang relatif baru baginya.”
Brughmans sendiri baru mendapatkan kesempatan reguler di tim utama Genk setelah sebelumnya memperkuat tim cadangan.
Liverpool menyebut ia mencatat debut senior pada April 2026 dan kemudian mempertahankan posisinya hingga akhir musim.
Pada awal musim baru, Brughmans kembali dipercaya sebagai starter dalam empat pertandingan Genk.
Thorup bersama pelatih kiper Steven Frederix juga akan mengevaluasi kondisi Brughmans dari pertandingan ke pertandingan.
“Steven Frederix dan saya akan menilai dari pertandingan ke pertandingan apakah dia membutuhkan waktu istirahat.”
Meski baru berusia 18 tahun, Thorup melihat Brughmans memiliki ketenangan yang cukup matang untuk menghadapi tekanan.
“Meskipun baru berusia 18 tahun, saya melihat dia tetap tenang dan fokus.”
Brughmans juga sudah kembali menjalani latihan setelah proses transfernya rampung.
Thorup memperkirakan dampak psikologis dari transfer tersebut baru benar-benar terasa dalam beberapa pekan mendatang.
“Dia sudah kembali berlatih selama beberapa hari.”
“Kesadaran bahwa hidupnya telah berubah mungkin baru akan benar-benar terasa dalam beberapa pekan ke depan.”
Liverpool sendiri masih memiliki Giorgi Mamardashvili, Freddie Woodman, dan Vitezslav Jaros sebagai opsi penjaga gawang.
Kondisi tersebut membuat persaingan menuju posisi penerus Alisson semakin menarik untuk diperhatikan.
Alisson masih menjadi salah satu kiper elite dunia, tetapi kontraknya bersama Liverpool memasuki periode krusial.
Kontrak kiper asal Brasil itu dijadwalkan berakhir pada 2027, sehingga Liverpool perlu menyiapkan skenario regenerasi.
Mamardashvili sebelumnya digadang-gadang menjadi kandidat penerus Alisson, tetapi kedatangan Brughmans membuat peta persaingan berubah.
Dengan usia yang masih sangat muda, Brughmans kemungkinan akan menjalani proses perkembangan bertahap sebelum mendapatkan tanggung jawab besar di Anfield.
Liverpool kini memiliki aset masa depan bernilai tinggi yang diharapkan mampu melanjutkan standar tinggi posisi penjaga gawang klub.
Bagi Genk, prioritas saat ini adalah memastikan Brughmans tetap berkembang tanpa kehilangan fokus akibat besarnya perhatian setelah transfer.***