JAKARTA – Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jerman berubah menjadi tragedi nasional setelah rangkaian kekerasan, kecelakaan, dan kerusuhan dilaporkan terjadi di berbagai kota besar dan menelan korban jiwa.
Sedikitnya dua orang dilaporkan meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka-luka, serta ratusan orang diamankan aparat keamanan dalam insiden yang berlangsung sejak pergantian tahun.
Dua korban meninggal diketahui merupakan remaja berusia 18 tahun di Kota Bielefeld, Jerman bagian barat, yang tewas saat menangani kembang api.
Selain korban jiwa, banyak warga mengalami cedera serius akibat ledakan petasan dan roket kembang api yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah.
Hingga kini, otoritas Jerman belum merilis data resmi mengenai jumlah total korban luka secara nasional.
Di Berlin, sebuah rumah sakit di distrik Marzahn melaporkan menerima 25 pasien, termasuk beberapa anak, dengan mayoritas mengalami cedera parah pada tangan.
Cedera yang dialami para korban meliputi amputasi sebagian hingga seluruh jari dan bagian tangan akibat tekanan ledakan kembang api.
Kepolisian Berlin mencatat sekitar 400 orang ditangkap selama malam pergantian tahun, sementara sedikitnya 24 petugas polisi dilaporkan mengalami luka saat bertugas.
Petugas keamanan dan tim medis darurat menjadi sasaran serangan kembang api dan petasan di sejumlah kota besar, termasuk Berlin, Hamburg, Frankfurt, Leipzig, dan Munich.
Situasi paling genting terjadi di Leipzig ketika puluhan orang menyerang aparat dengan roket kembang api dan botol, serta mendirikan barikade di sejumlah ruas jalan.
Para pelaku di Leipzig juga membakar tempat sampah dan memicu kekacauan yang mempersulit upaya pengendalian keamanan kota.
Sementara itu, di Erfurt, Jerman bagian timur, sebuah bangunan bersejarah dilaporkan terbakar dan api merembet ke dua bangunan lain di sekitarnya.
Polisi dan dinas pemadam kebakaran menduga kebakaran tersebut dipicu oleh roket kembang api yang ditembakkan saat perayaan Malam Tahun Baru.***
