JAKARTA – Marc Marquez selangkah lagi menuju gelar juara dunia ke-7 MotoGP setelah mendominasi klasemen 2025 bersama Ducati. Dukungan pun mengalir dari salah satu legenda terbesar olahraga ini: Giacomo Agostini.
Agostini, pemegang 15 gelar juara dunia di semua kelas dan rekor 8 gelar di kelas utama, tak ragu menyebut Marquez sebagai pewaris potensial kejayaannya.
“Marc Marquez mampu mengalahkan rekor kejuaraan dunia saya,” kata Agostini kepada Gazzetta dello Sport. “Marc adalah pria hebat dan dia pantas mendapatkannya. Kita harus menghormatinya, bukan mencemoohnya.”
Pernyataan tersebut ditujukan pada sebagian fans MotoGP Italia yang masih memuja Valentino Rossi dan kerap mencemooh Marquez, terutama usai kemenangan pembalap bernomor #93 itu musim ini. Rivalitas panjang antara Marquez dan Rossi telah menyisakan polarisasi yang tajam di kalangan penggemar.
Menanggapi situasi tersebut, Bos Ducati, Davide Tardozzi, menyerukan rekonsiliasi. Ia berharap Marquez dan Rossi berjabat tangan demi menciptakan perdamaian di lintasan dan di tribun penonton.
Agostini juga menyoroti perjalanan karier Marquez yang sempat tersendat akibat cedera dan performa buruk motor Honda beberapa musim lalu. Keputusannya untuk meninggalkan tim pabrikan demi peluang kompetitif bersama Ducati dinilai sebagai langkah berani.
“Dia melewati momen-momen sulit, dari mana tidak jelas bagaimana dia bisa keluar,” ujar Agostini. “Dan karena untuk mulai menang lagi, dia rela meninggalkan uang Honda untuk bergabung dengan tim swasta.”
Musim ini, Marquez tampil gemilang dan telah mengoleksi 381 poin—jauh mengungguli sang adik, Alex Marquez (261 poin), dan Francesco Bagnaia (213 poin). Dengan MotoGP 2025 tengah menjalani jeda musim panas dan akan berlanjut di Austria pada 15–17 Agustus, peluang Marquez menyamai rekor 7 gelar Rossi dan membidik gelar ke-8 pada 2026 semakin terbuka.
