JAKARTA – Juara dunia Marc Marquez menutup tes pramusim MotoGP di Sepang dengan finis di posisi keempat, tertinggal 0,387 detik dari sang adik, Alex Marquez, yang mencatat waktu tercepat. Hasil ini mejadi modal penting bagi pembaap Ducati Lenovo tersebut dalam persiapan menuju GP Tailan.
Selama tiga hari pengujian, Marquez kembali beradaptasi dengan Desmosedici GP26 setelah absen empat bulan akibat cedera bahu di GP Indonesia. Pada hari pertama ia tampil impresif dengan catatan waktu tercepat, sementara hari kedua berakhir di posisi ke-15. Namun, hujan sore hari membuat evaluasi aerodinamika gagal dilakukan, memunculkan kekhawatiran bagi Ducati yang harus segera melakukan homologasi paket baru sebelum seri Thailand.
Pada hari terakhir, Marquez menegaskan progresnya. “Tidak buruk, tetapi saya lebih lambat tiga persepuluh detik dari Alex,” ujarnya sambil tertawa, dilansir dari Speedweek, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, “Saya melakukan simulasi sprint yang bagus. Itu tidak terlalu cepat, tetapi kami menyelesaikan balapan dengan baik. Kami menjalani hari yang sibuk dan kami mampu menyelesaikan semua yang telah kami rencanakan.”
Meski fisiknya mulai pulih, Marquez mengakui masih ada kendala. “Tidak buruk, tetapi terutama sore ini saya menyadari bahwa posisi saya di atas motor tidak optimal. Namun, hari-hari ini sangat membantu saya untuk melangkah maju menuju GP Thailand,” katanya.
Soal aerodinamika, Marquez menekankan perlunya pemahaman lebih dalam. “Komponen yang membuat saya merasa lebih baik selama tiga hari adalah yang saya gunakan dalam simulasi sprint. Tapi saya masih perlu pemahaman yang lebih baik untuk GP Thailand, terutama mengenai aerodinamika,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi lintasan. “Cengkeraman yang kami miliki di lintasan tidak realistis. Itulah mengapa kami perlu mengembangkan pemahaman yang lebih baik selama akhir pekan balapan,” tegas Marquez.
Namun, eksperimen aerodinamika sempat berujung insiden. “Pagi ini saya mencoba pengaturan aerodinamika yang berbeda, lalu saya jatuh di tikungan pertama – untungnya itu di tengah tikungan dan saya melaju sangat pelan. Keseimbangan motor sangat berbeda,” keluhnya. Meski begitu, ia menegaskan, “Ketika Anda kompetitif dan cepat, sulit untuk beradaptasi dengan sesuatu yang berbeda. Tetapi Anda harus selalu terbuka dan mencoba hal-hal baru.”
Dengan hasil tes ini, Ducati masih menunggu apakah direktur teknis Gigi Dall’Igna mampu menghadirkan terobosan aerodinamika pada tes Buriram dua pekan mendatang.
