JAKARTA – Industri kecantikan Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya setelah pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada usia 89 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @sariyu_mt pada Rabu pagi dengan unggahan penghormatan kepada sosok yang dikenal sebagai pelopor kosmetik lokal berbahan alami.
“In loving memory, Dr. (H.C) Martha Tilaar,” demikian unggahan tersebut, Rabu (14/10/2026) pagi.
“Segenap Keluarga Besar Martha Tilaar Group menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya pendiri dan panutan kami,” lanjut unggahan tersebut.
“Dedikasi, karya, dan semangat beliau dalam memajukan kecantikan serta warisan Nusantara akan terus hidup dan menginspirasi kita selamanya. Terima kasih atas segenap pengabdian dan teladan bagi Indonesia,” demikian tulis unggahan tersebut.
Kepergian Martha menjadi kehilangan besar bagi industri kecantikan nasional karena ia berperan dalam mengangkat kekayaan bahan alami dan tradisi perawatan Nusantara menjadi produk kosmetik modern.
Merintis Kosmetik Lokal Berbasis Bahan Alami
Martha Tilaar dikenal sebagai pengusaha perempuan yang memadukan pengetahuan kecantikan modern dengan tradisi perawatan tubuh Indonesia melalui berbagai produk perawatan kulit, kosmetik, dan kecantikan.
Pendekatan tersebut menjadikan bahan-bahan alami serta kearifan lokal sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis kecantikan yang dibangunnya.
Lahir di Gombong, Jawa Tengah, Martha merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang kemudian tumbuh menjadi salah satu figur berpengaruh dalam perkembangan industri kosmetik Indonesia.
Perjalanannya menuju dunia kecantikan tidak berlangsung secara langsung karena semasa kecil ia justru dikenal jarang merawat diri dan memiliki perilaku yang dianggap menyerupai anak laki-laki.
Ketertarikannya terhadap bidang kecantikan mulai berkembang setelah ia dekat dengan Titi Poerwosoenoe, seorang ahli kecantikan di Yogyakarta yang turut memengaruhi perjalanan hidupnya.
Martha kemudian memperdalam pengetahuan di bidang tersebut melalui pendidikan kecantikan hingga menyelesaikan studi di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Berawal dari Salon di Garasi pada 1970
Perjalanan bisnis Martha Tilaar di Indonesia dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan sederhana di sebuah garasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Usaha yang dirintis dari tempat sederhana itu berkembang berkat meningkatnya jumlah pelanggan, sehingga Martha mampu membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon di kawasan yang sama.
Melalui bisnis salon tersebut, ia mulai mengembangkan pendekatan perawatan kecantikan tradisional dengan memanfaatkan tanaman herbal dan bahan-bahan alami Indonesia.
Langkah tersebut menjadi fondasi bagi perkembangan bisnisnya dari layanan salon menuju industri kosmetik dan perawatan tubuh dengan jangkauan pasar yang lebih luas.
Melahirkan Berbagai Merek Kosmetik Lokal
Setelah berkembang selama lebih dari lima dekade, bisnis Martha Tilaar tidak lagi terbatas pada layanan salon, tetapi juga mencakup beragam produk perawatan kulit, kosmetik dekoratif, dan kebutuhan kecantikan lainnya.
Sejumlah merek yang dikenal luas dari kelompok usaha tersebut antara lain Sariayu, Biokos, Belia, dan PAC yang menyasar kebutuhan konsumen dengan karakteristik berbeda.
Pengembangan merek-merek tersebut turut memperluas pilihan produk kecantikan buatan dalam negeri sekaligus memperkenalkan potensi bahan alami dan tradisi perawatan Indonesia kepada masyarakat.
Warisan Martha Tilaar tidak hanya tercermin dalam perjalanan bisnisnya, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap perkembangan industri kosmetik lokal yang semakin beragam dan kompetitif.
Kepergiannya meninggalkan jejak panjang bagi dunia usaha dan kecantikan nasional, terutama dalam upaya memadukan inovasi modern dengan kekayaan budaya serta bahan alami Nusantara.***