GUNUNGKIDUL – Masjid Al Huda di Padukuhan Gari, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sempat dirobohkan setelah warga mendapat informasi adanya donatur yang akan menanggung biaya pembangunan. Namun, donatur yang dimaksud ternyata tidak pernah menyetujui proposal tersebut.
Bangunan masjid yang menjadi satu-satunya tempat ibadah warga Padukuhan Gari pun rata dengan tanah. Beruntung, kini muncul dukungan dari donatur lain sehingga pembangunan kembali bisa dilanjutkan.
Jemaah Masjid Al Huda yang Semakin Penuh
Ketua Pembangunan Masjid Al Huda, Budi Antoro, menjelaskan peristiwa ini berawal dari rencana renovasi karena masjid sudah tidak mampu menampung jemaah sebanyak 320 KK atau sekitar 850 jiwa. Dua warga kemudian menyebut adanya yayasan yang siap menanggung 99,9 persen biaya pembangunan senilai Rp1,8 miliar.
“Pada November 2025, keduanya masih meyakinkan takmir dan panitia terkait dukungan donatur tersebut. Mereka minta RAB, kami susun lengkap dengan gambar masjid,” kata Budi, Senin (5/1/2026).
Syarat pencairan dana disebut harus lahan kosong, sehingga warga bergotong royong membongkar masjid selama dua hari. Namun, belakangan pihak yayasan menegaskan tidak pernah menyetujui proposal pembangunan, bahkan instansi penegak hukum yang disebut-sebut ikut mendukung juga membantah keterlibatan.
Kini, di lahan yang telah kosong, warga mulai membangun fondasi masjid baru dengan dukungan donatur lain, termasuk jaringan Timur Tengah. “Bersyukur mulai ada dukungan baru dari donatur lain,” ucap Budi.
Terkait dua warga yang menjanjikan bantuan, Budi menegaskan tidak akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. “Saya sudah tidak komunikasi lagi, sudah saya ikhlaskan. Monggo mau seperti apa nanti yang akan memberikan peringatan Allah,” ujarnya.