JAKARTA – Kylian Mbappe akhirnya membuka suara terkait masa depannya di Real Madrid sekaligus meredam spekulasi hengkang di bursa transfer musim panas yang terus menguat dalam beberapa pekan terakhir.
Penyerang asal Prancis itu menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Santiago Bernabeu meskipun tengah diterpa konflik internal dengan pelatih Alvaro Arbeloa.
Situasi memanas setelah Mbappe hanya tampil sebagai pemain pengganti saat Real Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Real Oviedo dalam lanjutan La Liga.
Ia baru masuk pada menit ke-69 menggantikan Gonzalo Garcia, yang disebut-sebut kini menjadi pilihan utama di lini depan bersama Vinicius Junior dan Franco Mastantuono.
Dalam wawancara pascalaga, Mbappe mengklaim bahwa Arbeloa menyebut dirinya sebagai opsi keempat di lini serang, sebuah pernyataan yang langsung dibantah oleh sang pelatih.
Perbedaan pernyataan tersebut mempertegas adanya ketegangan hubungan antara pemain bintang dan pelatih yang kini menangani Los Blancos.
Kondisi ini semakin diperkeruh dengan kritik tajam dari fans setelah Mbappe diketahui berlibur ke Italia saat masih dalam kondisi cedera.
Ia juga absen dalam laga krusial El Clasico melawan Barcelona, yang semakin memicu kekecewaan publik Santiago Bernabeu.
Bahkan, petisi daring bertajuk “Mbappe Out” dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 73 juta tanda tangan, meski validitas dukungan tersebut masih dipertanyakan.
Meski diterpa tekanan besar, Mbappe tetap menunjukkan sikap tegas soal masa depannya di klub.
“Saya sangat bahagia di Madrid, mengapa saya harus pergi?” ujar Mbappe seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Ia juga memberikan pujian kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dengan menyebutnya sebagai sosok terbaik dalam sejarah klub.
Di tengah polemik tersebut, nama Jose Mourinho ikut mencuat setelah dikabarkan memiliki kesepakatan awal untuk kembali melatih Real Madrid dengan kontrak tiga tahun.
Mourinho yang pernah menangani Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013 dimintai tanggapan terkait konflik antara Mbappe dan Arbeloa.
Pelatih asal Portugal itu mengaku memiliki hubungan emosional dengan Arbeloa yang pernah menjadi anak asuhnya di Madrid.
“Ini menyakitkan, karena dia adalah teman saya dan pernah memberikan segalanya saat bermain untuk saya,” kata Mourinho kepada AS.
Ia juga menyinggung kerasnya dunia kepelatihan yang menurutnya jauh lebih menantang dibanding menjadi pemain profesional.
“Menjadi pelatih itu lebih sulit, dan tekanan akan datang cepat atau lambat,” tambahnya.
Situasi internal Real Madrid kini menjadi sorotan tajam menjelang bursa transfer musim panas, terutama terkait masa depan Mbappe dan kemungkinan pergantian pelatih.
Ketegangan ini berpotensi memengaruhi stabilitas tim yang tengah bersaing di papan atas La Liga.***