JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan tiga capaian besar sektor pariwisata Indonesia sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Selama satu tahun terakhir, sektor pariwisata Indonesia membukukan prestasi yang sangat membanggakan,” ujar Widiyanti dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Lonjakan Wisatawan dan Devisa Pariwisata
Dari sisi statistik, kinerja sektor pariwisata menunjukkan tren positif.
Dalam dua belas bulan terakhir, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 12,32% hingga mencapai 14,85 juta kunjungan, sementara perjalanan wisatawan nusantara melonjak 21,69% menjadi 1,15 miliar perjalanan.
“Angka-angka ini memberi optimisme bahwa target tahun 2025 akan tercapai,” tegas Widiyanti.
Kinerja gemilang tersebut juga berdampak pada devisa pariwisata, yang diproyeksikan mencapai USD 18,8 miliar sepanjang 2025.
Berdasarkan estimasi Bank Mandiri, sektor ini berkontribusi sekitar 4,9% terhadap PDB nasional pada kuartal I–II 2025, serta menyerap 25,88 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.
143 Prestasi Global dan Pengakuan Dunia
Widiyanti menambahkan, selama satu tahun, Indonesia berhasil mencatat 143 prestasi global di sektor pariwisata. Beberapa di antaranya:
- Tiga penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism 2024–2025,
- Lima belas Desa Wisata meraih ASEAN Tourism Awards 2025,
- Tiga puluh tiga hotel memperoleh MICHELIN Keys,
- Dan Bali dinobatkan sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025 oleh Condé Nast Traveller.
“Ini bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia telah naik kelas dan semakin diakui dunia,” ujar Widiyanti.
Program Unggulan dan Inovasi Pariwisata
Lebih jauh Widiyanti menerangkan untuk memperkuat daya saing, Kementerian Pariwisata mempercepat berbagai program unggulan, antara lain:
- Gerakan Wisata Bersih di 13 lokasi,
- Implementasi Tourism 5.0 untuk memperkuat digitalisasi pariwisata,
- Program Wonderful Indonesia Gourmet dan Wonderful Indonesia Wellness untuk meningkatkan kualitas destinasi,
- Karisma Event Nusantara dan Event by Indonesia dengan perputaran ekonomi langsung sebesar Rp 11 triliun,
- Pengembangan 6.153 Desa Wisata yang mendorong pemerataan ekonomi daerah.
Penguatan Regulasi dan Kebijakan Strategis
Dari sisi kelembagaan, Kemenpar telah menerbitkan tujuh produk hukum strategis, di antaranya Perubahan Ketiga UU Kepariwisataan, Peraturan Menteri tentang Satu Data Pariwisata.
Lalu Peraturan Menteri tentang Standar Kegiatan Usaha dan Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko sebagai turunan dari PP 28/2025.
Selain itu, dalam 12 bulan terakhir, pemerintah juga meluncurkan berbagai program insentif untuk memperkuat ekonomi pariwisata, termasuk:
- Diskon Transportasi dan PPN DTP saat periode liburan,
- Program Magang Bersertifikat dengan Uang Saku bagi 457 peserta dari 39 perusahaan pariwisata,
- Insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja sektor pariwisata untuk periode Oktober–Desember 2025, yang diperpanjang hingga 2026.
Sinergi Nasional dan Internasional
Kementerian Pariwisata juga memperkuat sinergi lintas lembaga melalui 14 kolaborasi formal, termasuk:
- Kerja sama dengan Kementerian Koperasi yang menghadirkan Koperasi Merah Putih di 5.766 desa wisata,
- Kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan BPJPH untuk pilot project di 20 desa wisata dengan 438 produk UMKM tersertifikasi halal,
- Program pelatihan 1.600 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia bersama Badan Gizi Nasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, sinergi global diperkuat melalui tiga kerja sama internasional dengan Uni Emirat Arab, Tiongkok, dan Prancis.
Menatap Masa Depan Pariwisata Indonesia
Widiyanti menegaskan, capaian tersebut menunjukkan arah positif pembangunan pariwisata nasional.
“Satu tahun Kabinet Merah Putih membuktikan bahwa dengan sinergi dan komitmen bersama, kita mampu membangun pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, atas dukungan dan kolaborasi dalam mengangkat potensi pariwisata Indonesia.***


