TAPANULI SELATAN – Penghujung tahun 2025 di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, diwarnai suasana emosional ketika Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di posko pengungsian warga terdampak bencana Sumatra.
Di tengah keterbatasan dan kondisi darurat, kehadiran kepala negara membawa energi kebersamaan yang terasa kuat di antara warga yang menghabiskan malam pergantian tahun jauh dari rumah mereka.
Menjelang detik-detik akhir tahun, Prabowo menyampaikan sambutan singkat yang bernuansa empati dan penguatan moral kepada para pengungsi yang berkumpul di lokasi.
Setelah sambutan tersebut, Prabowo mengajak seluruh warga menyambut tahun 2026 dengan lantunan lagu kebangsaan yang sarat makna persatuan.
“Oke, kita tiga menit lagi nih. Bagaimana coba kalau kita bersama-sama kita nyanyi Tanah Air Kita, ya,” ujar Prabowo.
Ajakan itu langsung disambut antusias, menciptakan suasana hangat di tengah dinginnya malam dan beratnya cobaan yang tengah dihadapi warga.
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut maju ke depan, mengiringi nyanyian bersama yang mengalun penuh rasa nasionalisme.
Di sela lagu, Prabowo tampak memeluk anak-anak yang mendekat, menghadirkan momen kemanusiaan yang sederhana namun membekas.
Lantunan Tanah Airku menjadi simbol pengikat emosi, menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu suara di tengah bencana.
Kehangatan suasana berlanjut ketika lagu Rayuan Pulau Kelapa dinyanyikan bersama sebagai penutup malam pergantian tahun.
Senyum, tepuk tangan, dan nyanyian warga menggema di area pengungsian, menandai pergantian tahun dengan harapan baru dan semangat kebersamaan.***