JAKARTA – Akhir pekan ini, gelaran MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, akan diwarnai perubahan penting pada format balapan Sprint Race.
Komisi Grand Prix resmi mengumumkan bahwa prosedur grid untuk Sprint kini diperpanjang dari 15 menit menjadi 20 menit.
Kebijakan baru ini langsung berlaku mulai putaran Austria, memberikan kesempatan lebih besar bagi tim untuk melakukan setelan terakhir atau mengganti ban sebelum start.
Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan persiapan teknis dan strategi jelang balapan singkat yang sering menjadi penentu poin penting bagi pembalap.
“Untuk memberi tim waktu yang cukup di grid melakukan penyesuaian dan/atau penggantian roda, durasi prosedur grid untuk MotoGP Sprint diperpanjang menjadi 20 menit. Prosedur grid lainnya tetap sama,” tulis pernyataan Komisi Grand Prix melalui situs resmi MotoGP, Jumat.
Perubahan ini otomatis menggeser jadwal resmi hari Sabtu. Penambahan lima menit di grid Sprint membuat sesi sebelumnya harus diatur ulang agar tetap selaras dengan waktu siaran dan jadwal lintasan.
Sejak diperkenalkan pada musim 2023, Sprint Race menjadi salah satu tontonan paling dinanti setiap Sabtu di semua seri MotoGP.
Balapan ini hanya menempuh jarak setengah dari lomba utama pada Minggu, namun tetap menyuguhkan aksi intens dan penuh drama.
Bukan hanya soal hiburan, format Sprint juga menawarkan tambahan poin krusial.
Setiap kemenangan Sprint memberi 12 poin, sehingga pembalap berpeluang mengantongi maksimal 37 poin dalam satu akhir pekan balapan.
Pada musim 2025, dominasi Marc Marquez begitu terasa dengan catatan kemenangan di 11 dari 12 Sprint pertama. Satu-satunya seri yang lepas dari genggamannya dimenangkan oleh adiknya, Alex Marquez.
Keputusan ini lahir dari rapat Komisi Grand Prix yang beranggotakan perwakilan MSMA (asosiasi pabrikan), FIM, Dorna Sports, dan IRTA (Asosiasi Tim Independen).
Dengan tambahan waktu di grid, balapan Sprint di Austria diperkirakan akan lebih kompetitif karena tim punya ruang manuver lebih luas dalam strategi teknis.***