JAKARTA – Kementerian Perhubungan kembali menghadirkan program mudik gratis untuk Lebaran 2026. Program ini disiapkan guna menampung ribuan pemudik dengan dukungan ratusan armada bus yang melayani berbagai tujuan utama, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Sumatra, dengan penambahan sejumlah rute baru.
Pelaksana tugas Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Ernita Titis Dewi, menyebut mudik gratis sebagai program rutin yang telah berjalan sukses pada periode Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru. Masyarakat diminta aktif memantau situs resmi Kemenhub dan Ditjen Perhubungan Darat agar tidak ketinggalan informasi pendaftaran serta jadwal keberangkatan, sebagaimana dilansir dari GridOto, Selasa (10/2/2026).
Kemenhub menekankan aspek keselamatan perjalanan. Seluruh bus wajib menjalani pemeriksaan kelaikan (rampcheck) sebelum berangkat. Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menjelaskan hasil rampcheck ditandai dengan stiker di kaca depan bus: stiker khusus untuk kendaraan laik jalan, dan tanda silang merah bagi yang tidak memenuhi standar.
Untuk mendukung pengawasan, sistem digital Terminal on System (TOS) diterapkan di 115 terminal tipe A. Melalui sistem ini, status uji berkala dan perizinan kendaraan dapat dipantau secara online. Terminal diposisikan sebagai simpul utama transportasi, memastikan setiap bus yang berangkat telah melewati prosedur pemeriksaan sesuai standar.
Selain itu, Kemenhub mengimbau pemudik agar naik dan turun di terminal resmi demi keselamatan, serta memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana. Bagi pengguna kendaraan pribadi, disarankan melakukan perawatan kendaraan, menjaga kondisi fisik pengemudi, dan beristirahat secara berkala.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk mengecek status kelaikan kendaraan angkutan umum, termasuk masa berlaku uji KIR dan izin operasional hanya dengan memasukkan nomor pelat.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Kemenhub berharap arus mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.
