Dua gunung api aktif di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan aktivitas pada Selasa pagi, 6 Januari 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Marapi di Sumatera Barat sama-sama mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik ke udara.
Gunung Semeru tercatat mengalami tiga kali letusan dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.07 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak.
Letusan terbesar menyusul pada pukul 08.21 WIB, memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut. Erupsi ketiga tercatat pada pukul 08.24 WIB, meski tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut,” ujar Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Pos pengamatan juga mencatat aktivitas kegempaan yang intens. Dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, terdeteksi 31 kali gempa erupsi dengan amplitudo berkisar 11–22 milimeter dan durasi antara 64 hingga 115 detik.
Sementara itu, Gunung Marapi di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar lebih dulu mengalami erupsi pada pukul 04.58 WIB. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau 3.141 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara. Aktivitas erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,1 milimeter dan durasi sekitar 35 detik, sekaligus menjadi erupsi pertama Gunung Marapi pada awal tahun 2026.
Status dan Rekomendasi Keselamatan
Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga, sedangkan Gunung Marapi berstatus Level II atau Waspada.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kedua gunung. Untuk Gunung Semeru, warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai serta dalam jarak 5 kilometer dari kawah, mengingat potensi lontaran batu pijar dan awan panas guguran.
Adapun di sekitar Gunung Marapi, PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek. Otoritas juga menekankan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
