JAKARTA — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap rencana penyebaran pasukan hingga pulau-pulau terkecil yang belum berpenghuni. Pengamanan itu dilakukan untuk memastikan 17 ribu pulau Indonesia tetap berada dalam penjagaan TNI dan tidak diambil negara lain.
Agus menjelaskan penyebaran pasukan tersebut merupakan bagian dari konsep pertahanan rakyat semesta. Pengamanan wilayah tidak hanya dilakukan di kawasan yang padat penduduk, tetapi juga mencakup pulau-pulau terpencil yang menjadi bagian dari wilayah Indonesia.
“Ya, jadi pertahanan rakyat semesta. Kita mempertahankan pulau-pulau yang ada,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Senin (5/10/2026).
Menurut dia, luasnya wilayah Indonesia membuat kebutuhan pengamanan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau kecil.
“Pulau-pulau kita ini kan sudah berapa pulau? Banyak sekali. Ini 17.000 pulau yang harus kita amankan,” ujarnya.
Panglima menegaskan, TNI akan menyebarkan pasukan hingga wilayah yang belum dihuni masyarakat. Keberadaan personel di wilayah tersebut dinilai penting untuk memastikan kedaulatan Indonesia tetap terjaga.
“Jadi kebutuhan wilayah dan kedaulatan harus kita pertahankan. Jadi pasukan yang ada nanti akan kita sebar sampai dengan ke pulau-pulau terkecil, sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita,” katanya.
Ia mengingatkan, lemahnya pengamanan di pulau-pulau tersebut dapat menimbulkan persoalan kedaulatan.
“Nanti diambil oleh negara lain, jadi kedaulatan kita terganggu,” tegasnya.
Karena itu, TNI tidak hanya menyiapkan personel, tetapi juga alutsista untuk mendukung pengamanan wilayah. Kesiapan tersebut diarahkan agar pengamanan pulau-pulau Indonesia dapat dilakukan secara optimal.
“Jadi sebelum itu, kita siapkan personelnya. Nanti alutsistanya kita siapkan, sehingga kita benar-benar aman. Kita mengamankan wilayah, mengamankan masyarakat juga,” ujar Panglima.
Selain memperkuat pertahanan wilayah, Panglima menjelaskan penambahan satuan TNI juga memiliki fungsi membantu masyarakat. Salah satunya melalui Yon TP yang disiapkan untuk mendukung kegiatan produktif di daerah.
“Selain itu juga, khususnya sekarang kan Yon TP. Yon TP itu di situ ada sembilan kompi. Empat kompi itu kompi produksi yang bisa membantu menanam padi dan sebagainya,” katanya.
Menurut Panglima, fungsi tersebut dapat diarahkan untuk mengelola lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hasilnya diharapkan kembali untuk kepentingan masyarakat. “Itu untuk masyarakat. Semuanya yang kita lakukan itu untuk masyarakat,” ujarnya.
“Jadi banyak lahan-lahan tidur yang harus kita kelola dengan baik. Ini hasilnya untuk masyarakat,” tutupnya.