JAKARTA – Pertandingan All Star Liga Voli Korea Selatan resmi dibatalkan pascakecelakaan pesawat Jeju Air pada Minggu (29/12). Keputusan tersebut diumumkan oleh Fedarasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) pada Senin (30/12).
Dalam pernyataan resminya, KOVO menyebutkan bahwa sulit untuk menyelenggarakan All Star Game dalam situasi berkabung nasional. “Ini adalah situasi yang sangat sulit untuk menyelenggarakan All Star Game yang harus diadakan dalam suasana meriah selama masa berkabung nasional ketika seluruh bangsa sedang berduka atas kecelakaan pesawat yang terjadi kemarin,” tulis KOVO, seperti dilansir dari Naver.
KOVO juga menyatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan untuk tetap menggelar acara tersebut dengan cara yang lebih tenang, menghindari sorak-sorai. “Kami juga mempertimbangkan cara untuk melanjutkan dengan tenang dengan menahan diri dari acara dan sorak-sorai,” tambahnya.
Dalam situasi ini, KOVO menilai bahwa menggelar pertandingan All Star tidak akan sesuai dengan semangat acara tersebut, yang seharusnya menjadi momen kegembiraan bersama para penggemar. “Kami memutuskan bahwa itu tidak sesuai dengan arti dari All Star Game, di mana semua orang harus tertawa dan bersenang-senang bersama dengan para penggemar,” tulis mereka lebih lanjut.
Sebelum membatalkan, KOVO sempat mempertimbangkan opsi untuk menunda All Star Game selama 2 hingga 3 pekan. “Kami telah meninjau dengan cermat opsi untuk menunda All Star Game selama 2-3 pekan, namun hal ini juga menimbulkan banyak kesulitan karena rumitnya penyesuaian jadwal pertandingan masing-masing klub dan masalah sewa stadion,” jelas KOVO.
Sebagai penutup, KOVO menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat bencana tersebut. “Sekali lagi, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat bencana ini,” ungkap KOVO.
