BOGOR — PB Mathla’ul Anwar memprioritaskan pembenahan tata kelola organisasi dan sarana pendidikan madrasah dalam memasuki usia 110 tahun. Komitmen tersebut disampaikan dalam Harlah dan Temu Akbar Mathla’ul Anwar (Tebar Mawar) di Aula Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, yang dihadiri sekitar 3.000 warga organisasi.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini mengatakan, momentum 110 tahun harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi dan memperkuat kinerja organisasi. Ia meminta seluruh jajaran kepengurusan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, aktif menjalankan program dan memberikan kontribusi nyata.
“Tidak boleh ada pengurus yang hanya menjadi penonton. Bangsa Indonesia akan melihat kontribusi nyata Mathla’ul Anwar melalui karya dan pengabdian yang kita berikan,” katanya kepada wartawan.
Pembenahan juga diarahkan pada sektor pendidikan. Mathla’ul Anwar menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup pelibatan jaringan sekolah tingkat SLTA/SMA/MA Mathla’ul Anwar di Jawa Barat sebagai mitra pemerintah serta dukungan beasiswa bagi siswa.
Jazuli mengatakan penguatan pendidikan diperlukan agar lulusan Mathla’ul Anwar memiliki kualitas, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Lulusan Mathla’ul Anwar harus menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perjuangan organisasi tidak akan berkelanjutan tanpa konsistensi,” katanya.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyatakan komitmen untuk memperkuat pendidikan madrasah. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan revitalisasi madrasah akan dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di wilayah pelosok.
Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor Abdul Aziz Sarnata mengatakan pembenahan fisik madrasah dan perhatian terhadap kesejahteraan guru senior menjadi sejumlah prioritas. Menurutnya, pemerintah daerah juga akan memberi perhatian terhadap fasilitas keagamaan pada 2027.
“Insya Allah pada tahun 2027 Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberikan perhatian terhadap fasilitas keagamaan, termasuk pendidikan keagamaan, dan salah satu tim perumusnya melibatkan Mathla’ul Anwar,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menilai perjalanan Mathla’ul Anwar selama 110 tahun menjadi modal sosial untuk memperkuat moral kebangsaan, ukhuwah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.


