JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan harapan agar tercapai kesepakatan damai antara Israel dan Palestina yang dapat memenuhi kepentingan kedua belah pihak. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Jumat (26/9/2025), dalam sebuah pengarahan yang menyoroti pentingnya resolusi damai untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama tersebut.
“Kami sangat berharap akan ada kesepakatan damai yang mampu memenuhi aspirasi baik rakyat Palestina maupun Israel,” ujar Dujarric dilansir dari Sputnik, menekankan pentingnya upaya perdamaian yang inklusif bagi kedua belah pihak.
Pernyataan tersebut datang setelah pertemuan tingkat tinggi yang digelar pada Senin (22/9) di New York. Pertemuan yang diprakarsai oleh Prancis dan Arab Saudi ini menjadi bagian dari agenda Sidang Majelis Umum PBB dan bertujuan untuk mendiskusikan komitmen baru terhadap solusi dua negara, yang telah lama diperjuangkan oleh masyarakat internasional. Diskusi ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan dan krisis kemanusiaan yang mendera wilayah Jalur Gaza.
Pada pertemuan tersebut, sejumlah negara, termasuk Prancis, Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta, dan San Marino, menyatakan pengakuan mereka terhadap Negara Palestina. Langkah ini mengikuti keputusan serupa yang sebelumnya diambil oleh Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal pada 21 September 2025.
Dengan krisis yang semakin memanas, komunitas internasional terus mendorong dialog dan solusi damai untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.