JAKARTA – Pemerintah memperkuat pemerataan pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, digitalisasi sekolah, dukungan bagi guru, hingga pembangunan infrastruktur yang memudahkan anak-anak menjangkau tempat belajar.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan membutuhkan pendekatan menyeluruh agar seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda saat mengunjungi Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (26/10/2026), sebagaimana diberitakan dalam keterangan pers Bakom RI, Selasa (27/10/2026).
“Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi berbagai upaya tersebut belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Syahganda.
Digitalisasi dan Guru Jadi Penggerak Pendidikan
Menurut Syahganda, upaya meningkatkan akses pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang kelas, tetapi juga perlu didukung teknologi pembelajaran dan tenaga pendidik yang berkualitas.
Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan pembelajaran, terutama bagi sekolah yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan akses terhadap sumber belajar.
Penguatan peran guru juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik di berbagai wilayah.
Jembatan Desa Bantu Anak Menjangkau Sekolah
Selain program pembelajaran, pembangunan infrastruktur turut menentukan kemudahan anak-anak memperoleh pendidikan, khususnya di daerah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang.
Syahganda mencontohkan pembangunan jembatan penghubung antardesa yang sebelumnya terpisah sungai sehingga perjalanan masyarakat menuju sekolah menjadi lebih mudah.
“Sebagai contoh, pembangunan jembatan-jembatan yang menghubungkan desa-desa terpencil yang sebelumnya terpisah oleh sungai. Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah,” katanya.
Pembangunan jembatan tersebut menggambarkan bahwa akses pendidikan juga bergantung pada ketersediaan sarana transportasi dan konektivitas wilayah yang aman bagi pelajar.
Karena itu, pemerataan pendidikan memerlukan koordinasi lintas kementerian agar peningkatan kualitas pembelajaran berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung.
Kesejahteraan Guru Turut Menjadi Perhatian
Syahganda juga menekankan pentingnya dukungan terhadap kesejahteraan guru sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional.
“Perhatian pemerintah terhadap nasib guru selama ini begitu luar biasa, baik melalui pemberian tunjangan maupun berbagai bantuan lainnya. Perhatian tersebut diberikan kepada guru yang sudah tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun yang belum tercatat sebagai ASN,” tegas Syahganda.
Menurutnya, tunjangan dan berbagai bentuk bantuan bagi guru merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN.
Dukungan tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.
Pemerataan Pendidikan untuk Masa Depan Anak
Syahganda meyakini pendidikan bermutu dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui akses sekolah yang semakin mudah, dukungan guru, pemanfaatan teknologi, dan infrastruktur yang memadai, anak-anak diharapkan memiliki kesempatan berkembang tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun lokasi tempat tinggal.
Upaya tersebut menegaskan bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya persoalan kegiatan belajar di kelas, melainkan juga memastikan setiap anak dapat mencapai sekolah dan memperoleh layanan pendidikan yang layak.***