Setelah bertahun-tahun bergantung pada aliran kali untuk membuang limbah domestik, warga Rumah Susun Bidara Cina, Jatinegara, akhirnya bisa bernapas lega. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan septic tank komunal yang akan menjadi solusi nyata terhadap persoalan sanitasi di kawasan padat penduduk ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, meninjau langsung pembangunan fasilitas ini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jakarta untuk mengurangi praktik buang air besar sembarangan serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan layak.
Menurut Gubernur Pram, septic tank komunal bukan sekadar infrastruktur sanitasi, tetapi juga awal dari gerakan kolektif masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Ia menekankan bahwa perubahan pola hidup dimulai dari fasilitas yang memadai.
Lebih dari itu, teknologi pengolahan limbah terbaru juga disiapkan dalam proyek ini. Limbah yang dikumpulkan akan diolah menjadi biogas, sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran, tapi juga memberi manfaat tambahan bagi warga.
Pembangunan septic tank komunal tidak hanya dilakukan di Rusun Bidara Cina. Pemerintah merencanakan proyek serupa di 10 titik pemukiman padat di Jakarta Timur, termasuk kawasan Pinang Ranti, Klender, Kampung Rambutan, Pekayon, dan Kayumanis. Proyek ini akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara swadaya, sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif antara warga dan pemerintah.
Langkah ini diharapkan menjadi permulaan dari sistem sanitasi terpadu di seluruh DKI Jakarta—yang tidak hanya memperbaiki kualitas hidup warga, tapi juga memulihkan kualitas lingkungan kota.
Caption | Admin: Raihana